Kunjungan dua peneliti setjen DPR RI ke Bakamla

Keprisatu.com – Kepala Kantor Kamla Zona Maritim Barat Laksma Bakamla Hadi Pranoto menerima kunjungan Drs. Simela Victor Muhammad dan Dr. Drs. Humphry Wangke.

Keduanya adalah Peneliti Utama Pusat Penelitian Badan Keahlian DPR RI bidang masalah-masalah hubungan Internasional di ruang rapat lantai 1 Markas Komando (Mako) Kantor Kamla Zona Maritim Barat, Kota Batam, Selasa (30/3/2021).

Laksma Bakamla Hadi Pranoto berkesempatan menjelaskan peran zona maritim barat Bakamla RI dan rencana pengembangan kemampuan 2021 yang terbagi dalam tiga ulasan.

Ketiga ulasan tersebut yakni keamanan laut wilayah kerja Zona Maritim Barat, kondisi dan tantangan Kantor Kamla Zona Maritim Barat dalam menjalankan tugas operasional dalam mengamankan wilayah kerja dengan keterbatasan dan rencana pengembangan kinerja Kantor Kamla Zona Maritim Barat tahun 2021.

Hadi mengatakan Aspek keamanan laut, pelanggaran tertinggi terjadi dalam bidang IUUF diikuti dengan penyelundupan dari perbatasan. Perkiraan ancaman tahun 2021 berdasarkan analisa ancaman menunjukkan keragaman potensi ancaman di beberapa lokasi operasi Kantor Kamla Zona Maritim Barat antara lain, perbatasan Natuna, Selat Malaka, perairan perbatasan Malaysia dan Singapura.

“Di wilayah perbatasan negara tetangga didominasi penyelundupan seperti narkoba, komoditas dan orang. Illegal fishing juga masih terjadi di wilayah perbatasan seperti Natuna Utara,” ujar Laksma Bakamla Hadi Pranoto Selasa (30/3/2021).

Hadi menjelaskan kondisi dan tantangan Kantor Kamla Zona Maritim Barat dalam menjalankan tugasnya sebagai Indonesia Coast Guard hanya memiliki kekuatan sarana patroli 4 kapal berukuran besar dan 12 berukuran kecil, menurutnya jumlah kapal tersebut masih jauh dari ideal.

“Hal tersebut menjadi hambatan dalam mengcover wilayah kerja Zona Maritim Barat. Maka upaya yang dilakukan saat ini adalah menggelar operasi Bersama dengan stakeholder terutama daerah Natuna Utara,” jelasnya.

Kapal patroli Bakamla RI secara bergantian mengamankan perairan Natuna Utara Bersama TNI AL dan PSDKP, bahkan terkadang melaksanakan operasi bersama. Kemudian, hambatan yang begitu besar adalah Kantor Kamla Zona Maritim Barat belum memiliki kewenangan sebagai penyidik dan upaya yang dilakukan adalah terus berkoordinasi ketat dengan para penyidik berwenang dalam penindakan.

“Sedangkan terkait tantangan dari luar, regulasi keamanan maritim belum optimal, sistem informasi keamanan laut belum terintegrasi dan eskalasi ancaman pelanggaran wilayah yang meningkat di Laut Natuna Utara,” ujarnya.

Hadi Pranoto juga mengatakan rencana peningkatan kapasitas dan kemampuan personel Kantor Kamla Zona Maritim Barat tahun 2021 dengan pelatihan kemampuan personel. Selain itu juga, rencana pembangunan sarana Pendidikan dan pelatihan pada tahun 2021 ini yang akan dibangun dikawasan Pangkalan Armada Batam.

“Rencana jangka panjang, juga ada pembangunan kantor utama Zona Maritim Barat di kawasan strategis yang nantinya semua kapal patroli Bakamla RI dapat sandar dan melaksanakan perbaikan di kawasan tersebut,” katanya.

Terakhir, Laksma Bakamla Hadi Pranoto menyampaikan capaian Kantor Kamla Zona Maritim Barat di tahun 2020 yakni menangkap KIA Malaysia oleh KN Bintang Laut-401, KIA Vietnam oleh KN Dana-323, menangkap kapal bawa BBM illegal oleh KN P. Marore-322.

“Dan yang terbesar adalah menangkap super Tanker MT. Horse dan MT. Frea yang melaksanakan kegiatan illegal BBM,” ujarnya.

Drs. Simela Victor Muhammad mengapresiasi atas capaian kerja Kantor Kamla Zona Maritim Barat dalam menjalankan tugas pokoknya dan hambatan yang dialami terutama kewenangan sebagai penyidik.

“Ini akan menjadi bahan penelitian Pusat Penelitian Badan Keahlian DPR RI untuk diusulkan ke Komisi I DPR RI mendorong disusunnya kembali Omnibus Law tentang Keamanan Laut,” pungkasnya. (KS15)

Editor : Tedjo