Keprisatu.com – Kunjungan wisatawan asing ke negeri jiran Singapura hancur ke angka 2,7 juta pada tahun 2020. Ini angka kunjungan turis terendah dalam sekitar empat dekade ke negeri Singa itu.

Anjloknya angka kunjungan itu menyusul pembatasan perjalanan global yang belum pernah terjadi sebelumnya dan penutupan perbatasan akibat pendemi covid-19.

Mengutip The Straits Times yang melansir data Singapore Tourism Board (STB), penurunan angka turis mencapai 85,7 persen dari jumlah kedatangan tahun 2019.

LIHAT JUGA: S’pore’s tourist arrivals fell 85% to 2.7m, lowest in four decades due to Covid-19

Penerimaan pariwisata Singapura juga turun 78,4 persen menjadi US$4,4 miliar dalam tiga kuartal pertama tahun lalu, dari periode yang sama pada 2019.

Ini sebagian besar penyebabnya karena pembatasan perjalanan global yang belum pernah terjadi sebelumnya dan penutupan perbatasan, demikian keterangan STB.

Namun Kepala eksekutif STB, Keith Tan mengatakan pihaknya  tetap yakin posisi Singapura sebagai salah satu tujuan wisata dan bisnis teraman serta menarik di dunia. Dia juga percaya dengan prospek jangka panjang sektor pariwisata Singapura.

Meski perjalanan massal internasional tidak mungkin secara besar-besaran tahun ini. Namun dia mengatakan STB terus bekerja dengan mitra industri untuk mempersiapkan pemulihan.

Kunjungan Turis Domestik Bisa Dikelola

Permintaan domestik kini menjadi penting untuk mendukung bisnis pariwisata Singapura. Menyusul terhentinya dan terbatasnya perjalanan internasional.

Skema SingapoRediscovers Vouchers (SRV) yang telah meluncur pada Desember 2020 bertujuan mendukung pariwisata lokal.

Sejak bulan lalu, lebih dari 300.000 warga Singapura telah menggunakan skema SRV untuk melakukan pemesanan dengan hotel, atraksi, dan tur Singapura. Ini menghasilkan lebih dari $ 35,9 juta dalam penukaran SRV dan pembayaran langsung.

BACA JUGA:Travel Bubble Indonesia-Singapura Prioritaskan Batam dan Bintan

STB menambahkan bahwa bisnis pariwisata juga memainkan peran kunci dalam pertempuran Singapura melawan covid-19. Di mana hotel menawarkan properti mereka untuk berbagai tujuan akomodasi. Termasuk diantaranya fasilitas karantina pemerintah, fasilitas isolasi swab, dan fasilitas khusus pemberitahuan rumah tinggal (SDF).

Lebih dari 70 hotel berfungsi sebagai SDF di berbagai titik sejak Maret tahun lalu, dan pada Desember tahun lalu. SDF telah menampung lebih dari 80.000 orang dengan pemberitahuan tinggal di rumah.

Perkiraan prospek perjalanan internasional untuk tahun ini (2021) tetap suram.

Dalam pernyataannya STB menyebutkan dengan pengembangan beberapa vaksin, perjalanan rekreasi massal dan kepercayaan wisatawan tetap membutuhkan waktu untuk pulih. Itu sebabnya STB memperkirakan kedatangan pariwisata dan penerimaan pariwisata tetap rendah pada tahun 2021. (ks04)

editor: arham