Beranda Batam KSOP Batam Perkuat Keselamatan Kapal Ro-Ro dan Ferry, Self Inspection Jadi Sorotan

KSOP Batam Perkuat Keselamatan Kapal Ro-Ro dan Ferry, Self Inspection Jadi Sorotan

Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Khusus Batam memperkuat pengawasan terhadap kelaiklautan dan keselamatan kapal Ro-Ro serta ferry penumpang. Langkah tersebut dilakukan melalui sosialisasi peningkatan kelaiklautan dan keselamatan kapal yang digelar di Batam, Rabu (23/9) pagi.

Batam, Keprisatu.com –  — Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Khusus Batam memperkuat pengawasan terhadap kelaiklautan dan keselamatan kapal Ro-Ro serta ferry penumpang. Langkah tersebut dilakukan melalui sosialisasi peningkatan kelaiklautan dan keselamatan kapal yang digelar di Batam, Rabu (23/9) pagi.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya KSOP Khusus Batam bersama seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan transportasi laut berjalan aman, nyaman, dan selamat. Keselamatan pelayaran juga didorong agar tidak sekadar menjadi kewajiban administratif, tetapi berkembang menjadi budaya yang diterapkan secara konsisten dalam setiap aktivitas operasional kapal.

Kepala KSOP Khusus Batam, M. Takwim Masuku, menegaskan kelaiklautan kapal tidak boleh hanya dilihat dari kelengkapan dokumen. Kondisi fisik kapal dan kesiapan operasional harus benar-benar diperiksa dan dipastikan sesuai dengan ketentuan serta perkembangan standar keselamatan terkini.

Menurutnya, aspek yang harus menjadi perhatian meliputi kondisi konstruksi dan teknis kapal, peralatan keselamatan, sistem pencegahan dan penanggulangan kebakaran, hingga penanganan kendaraan dan muatan. Termasuk di dalamnya penerapan lashing, ketepatan manifest, kesiapan awak kapal serta prosedur keselamatan dan keadaan darurat.

Kesiapan awak kapal menjadi salah satu faktor penting dalam mencegah terjadinya kecelakaan maupun memperkecil dampak ketika kondisi darurat terjadi. Setiap awak dituntut memahami tugas dan tanggung jawab, mampu menggunakan peralatan keselamatan serta menguasai prosedur evakuasi dan penanganan keadaan darurat.

Salah satu poin yang mendapat perhatian dalam sosialisasi adalah kewajiban melakukan Self Inspection secara konsisten dan terjadwal oleh kru kapal Ro-Ro penumpang. Pemeriksaan mandiri tersebut diperlukan untuk memastikan kondisi kapal, peralatan keselamatan, sistem proteksi kebakaran, jalur evakuasi, serta penanganan kendaraan dan muatan benar-benar siap sebelum kapal berlayar.

Melalui Self Inspection, potensi bahaya maupun ketidaksesuaian diharapkan dapat ditemukan lebih awal sehingga segera dilakukan perbaikan. Langkah pencegahan ini dinilai penting untuk memastikan kapal tidak hanya memenuhi persyaratan saat pemeriksaan, tetapi tetap berada dalam kondisi laik selama menjalankan operasional.

Sosialisasi tersebut menghadirkan narasumber dari Badan Klasifikasi Indonesia (BKI), PT Marinatama Gemanusa selaku galangan, serta Pejabat Pemeriksa Kelaiklautan Kapal (PPKK) KSOP Khusus Batam. Peserta berasal dari berbagai unsur sektor maritim, di antaranya INSA Batam, ISAA Batam, IPERINDO Kepri, BSOA Batam, PELRA Batam, PASMARIN Batam, PPAKLI Batam, badan klasifikasi anggota IACS, agen pelayaran, galangan, operator kapal dan pemangku kepentingan lainnya.

Selain membahas kelaiklautan, kegiatan juga menyoroti peningkatan pengawasan terhadap risiko kebakaran serta pemenuhan persyaratan keselamatan berdasarkan ketentuan dan standar yang berlaku. Di akhir kegiatan, seluruh pihak melakukan penandatanganan Komitmen Bersama Peningkatan Kelaiklautan dan Keselamatan Kapal Ro-Ro dan Ferry Penumpang sebagai bentuk keseriusan membangun keselamatan pelayaran.

KSOP Khusus Batam berharap komitmen tersebut tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi diwujudkan melalui tindak lanjut konkret di lapangan. Dengan pengawasan, pemeriksaan, kesiapan awak, penerapan Self Inspection dan kepatuhan terhadap standar keselamatan yang dilakukan secara konsisten, operasional kapal Ro-Ro dan ferry penumpang di Batam diharapkan semakin aman, nyaman dan selamat bagi masyarakat. (pur)