Sebagian barang selundupan yang akhirnya dibawa ke Kantor KPU Bea Cukai Kota Batam (Ft ist)

Keprisatu.com – Kota Batam masih menjadi lokasi ‘segar’ bagi penyelundupan barang barang ilegal seperti munuman keras beralkohol hingga rokok.

Akhir pekan ini, sebuah kapal kayu yang berisi ribuan miras dan rokok, terdampar di perairan di Nongsa, Kota Batam. Namun. ternyata, kapal kayu itu bukan tengah mengalami musibah kandas karena tersapu gelombang lautan.

informasi mengejutkan dari pihak terkait , bahwa kapal kayu yang belakangan diidentifikasi sebagai Kapal KM Budi itu, rupanya sengaja dikandaskan di perairan dangkal .

Usai beredar foto foto kapal yang tengah kandas di Perairan   Bakau Sirip, aparat terkait angkat bicara. Pemberitaan mulai santer terkait isi kapal yang tenyata miras dan rokok yang diduga ilegal.

Kapal pembawa ribuan miras dan rokok (Ft ist)

Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea Cukai Kota Batam melalui siaran persnya menyebut Kapal Motor (KM) Budi yang membawa
rokok dan minuman alkohol (mikol) ilegal. Nilai barang diperkirakan Rp. 10.046.310.000.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Batam, Susila Brata Senin (22/2/2021).  Susila menjelaskan kronologi penangkapan KM Budi yang terdampar di kelong ikan milik masyarakat Bakau Sirip, Nongsa.

“Awal mula penangkapan adalah berawal dari informasi yang didapatkan masyarakat bahwa ada kapal mencurigakan bernama KM. Budi yang mengarah ke perairan Sengkuang, Batam, Sabtu (20/02/2021),” ujarnya.

Lanjut kata dia, kemudian pada pukul 03.00 WIB Satuan Tugas
(Satgas) Patroli BC 7004 langsung melakukan pengejaran dan memberikan peringatan terhadap target  (KM. Budi) untuk memberhentikan kapalnya.

“Meski telah mendapat peringatan, KM. Budi tetap melaju dan akhirnya mengandaskan diri di sekitar perairan Pulau Putri, Kec. Nongsa, Batam,” bebernya.

Selanjutnya, Satgas Patroli BC 7004 menghubungi Satgas kapal speed patroli lainnya, BC 15026, BC 15027, BC 15028, BC 1512 dan BC 20010 (Satgas Kantor Wilayah DJBC Khusus Kepulauan Riau serta dibantu Satgas Ditpolairud Polda Kepri guna membackup proses pemeriksaan KM. Budi.

“Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap KM. Budi, ditemukan sejumlah karton yang diduga berisi rokok dan minuman alkohol namun tidak satupun ditemukan Anak Buah Kapal (ABK) di kapal tersebut,” jelasnya.

Kata dia, Satgas gabungan berhasil mengamankan muatan tersebut beserta satu orang ABK KM. Budi yang diduga
melompat ke laut pada saat mengkandaskan kapal tersebut.

“Satgas selanjutnya menginterogasi terhadap satu ABK KM. Budi, dan diketahui bahwa ABK KM. Budi berjumlah delapan orang, mengetahui hal tersebut Satgas langsung melakukan pencarian ABK yang melompat ke laut di perairan pantai tersebut,” ungkapnya.

Susila merincikan, tangkapan rokok ilegal diketahui sebanyak 454 karton dengan jumlah 5,9 juta batang, dengan berbagai merek seperti Maximm, Rave Menthol, Rave Flavour, Double Happiness, Manchester Menthol, dan Manchester Blue Saphire.

Sedangkan minuman alkohol tanpa dilekati pita cukai diketahu berjumlah 85 karton dengan jumlah 1.020 botol, terdiri dari Red Label ukuran 1 liter dan Red Label ukuran 700 mililiter.

“Untuk estimasi nilai barang diperkirakan Rp10 miliar, dengan potensi kerugian negara sebesar Rp. 7,8 miliar,” jelasnya.

Atas perbuatan para pelaku tersebut, pihaknya menjerat dengan Pasal 102 huruf a Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 tahun 2006 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 Tentang Kepabeanan.

“Ancaman pidana penjara paling singkat 1 tahun dan pidana penjara paling lama 10 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp. 50.000.000,00 dan paling banyak Rp. 5.000.000.000,00,” bebernya.

Tak hanya itu, para pelaku juga dijerat dengan pasal 50, pasal 54, dan pasal 56 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 39 tahun 2007 Tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 Tentang Cukai dengan ancaman pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 5 tahun.

“Pidana denda paling sedikit 2 kali nilai cukai dan paling banyak 10 kali nilai cukai yang seharusnya
dibayar,” pungkasnya. (KS03-r)

Editor : Tedjo