Abdillah , Ketua KPPAD Kota Batam

Keprisatu.com – Persoalan kejahatan seksual terhadap anak baik anak sebagai korban atau anak sebagai pelaku di Kota Batam sangat beragam.

Ada setidaknya 10 jenis kasus atau kategori kasus yang melibatkan  anak baik sebagai pelaku atau sebagai korban. Kasus kasus tersebut seperti pencabulan pada anak, hak pengasuhan, kekerasan terhadap anak, penelantaran anak, diskriminasi pada anak, kenakalan anak, eksploitasi anak, hak kesehatan , hak pendidikan dan kejahatan anak.

Dari data KPPAD Kota Batam,  posisi kasus pencabulan pada anak, menduduki peringkat pertama jika dilihat dari jumlah kasusnya.

“Jumlah kasus pencabulan pada anak tahun 2020  meningkat apabila dibandingkan dengan tahun lalu,” kata Abdillah, Ketua Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Kota Batam kepada Keprisatu.com Jumat (12/2/2021).

Dari 10 kategori itu, Abdillah merinci, kasus pencabulan terhadap anak menduduki peringkat atas. Dari data yang dirangkum KPPAD, pada 2019 mencapai 10 kasus. Angka ini kemudian meningkat di tahun 2020 yaitu diangka 17 kasus.

Disusul dengan kasus kekerasan terhadap anak. “Tahun 2019 ada 8 kasus , tahun 2020 meningkat menjadi 14 kasus,” papar Abdillah.

Di urutan ketiga, kasus penelantaran anak juga tak kalah banyak. Angkanya mencapai 8 kasus di 2019 dan melonjak menjadi 13 kasus di 2020.

Namun, grafiknya tidak selalu terjadi peningkatan pada kasus kasus yang melibatkan anak. Ada hal positif seperti terjadinya penurunan angka terhadap pemenuhan hak pendidikan dan hak kesehatan (terlihat di grafik). Bahkan KPPAD mencatat angka 0 (Nol) pada kasus kejahatan yang melibatkan anak.

Grafik catatan kasus yang melibatkan anak (Ft KPPAD Kota Batam)

Marak Anak Jadi Korban Kejahatan Seksual

Belakangan banyak terjadi kejahatan seksual anak yang terjadi di Kota Batam. Dari beberapa ekspose kasus, justru mereka tercatat sebagai korban. Seperti kasus lebih dari 10 anak anak remaja wanita yang menjadi korban kejahatan seksual yang berakhir dengan ditetapkannya seorang pemuda yang kesehariannya sebagai fotografer.

BACA JUGA : Tiga Remaja Batam Terseret Kasus Pornografi, Ini Kata Polisi

BACA JUGA : Jumlah Tersangka Kasus Predator Anak Bertambah

BACA JUGA : Pelaku Pedofilia Cabuli Dua Kakak Beradik di Batuaji

Fenomena semakin banyaknya kasus kekerasan seksual terhadap anak yang dilaporkan ke polisi, secara sederhana dipengaruhi  beberapa faktor. “Dampak dari semakin mudahnya mengakses situs porno melalui gadget. Apalagi tidak diimbangi dengan penguatan secara individu dalam mengontrol keinginan melakukan tindakan asusila,” papar Abdillah.

Kasus kasus tersebut akhirnya terungkap karena masyarakat semakin tahu akan haknya dalam menuntut keadilan yang merupakan dampak dari sosilaisasi perundangan yang semakin baik. “Ditunjang dengan pelayanan dari kepolisian yang mulai optimal dengan menampung dan merespon langsung laporan yang masuk, sehingga pelaku bisa langsung diamankan secepatnya,” jelas Abdillah lagi.

“Maraknya kasus kejahatan seksual anak, semua pihak harus lebih peduli, ” harap Abdillah . Dia juga berharap besar kepada masyarakat khususnya di Kota Batam, untuk terus peduli dan merespon fenomena tak wajar yang melibatkan anak. Semakin cepat kasus kasus yang melibatkan anak tersebut direspon dan ditangani, semakin cepat terselesaikan.

Karena keberadaan KPPAD Kota Batam tidak akan maksimal, tanpa dukungan semua pihak baik masyarakat atau aparat penegak hukum,” tutup Abdillah.   (KS03)

Editor Teguh Joko Lismanto