Anggota Bawaslu bersama para penyelenggara pemilu serta stakeholder terkait meluncurkan IKP Pilkada termutakhir sekaligus pengawasan Pilkada 2020 di Kantor Bawaslu Jakarta, Selasa (23/6/2020). Foto :Humas Bawaslu RI.

Keprisatu.com – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) meluncurkan Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) Pilkada 2020 termutakhir. Dari data yang dihimpun Bawaslu, tingkat kerawanan Pilkada meningkat karena mewabahnya infeksi covid-19. Bawaslu memetakan empat konteks potensi kerawanan Pilkada, yakni konteks sosial, politik, infrastruktur daerah, dan pandemi Covid-19.

Dalam konteks sosial terkait potensi gangguan bencana, kekerasan atau intimidasi pada penyelenggara, tujuh provinsi berada dalam kerawanan tinggi, salah satunya adalah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Sedangkan enam provinsi lainnya adalah Sumatera Barat, Jambi, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Bengkulu.

Ketua Bawaslu Abhan menjelaskan, IKP ini dibuat berkala dalam rangka memasuki tahapan verifikasi faktual terhadap dukungan calon perseorangan yang akan dimulai 24 Juni 2020. Data IKP termutakhir ini agak berbeda, karena didasarkan dari data di lapangan baik dari provinsi hingga kecamatan.

“Kami harap valid untuk melakukan deteksi dini, karena ini bukan berdasarkan sampel tetapi memang diambil dari kawan-kawan di daerah,” ujarnya dalam Peluncuran Pengawasan Pilkada dan IKP 2020 di Gedung Bawaslu, Jakarta Pusat, Selasa (23/6/2020).

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meminta Bawaslu menjadi wasit yang objektif dan netral dalam helatan Pilkada Serentak 2020. Ini sejalan dengan hasil pemetaan yang dilakukan Bawaslu yang merilis 50 kabupaten/kota memiliki kerawanan paling tinggi di tengah pandemi Covid-19.

”Yang berkaitan dengan masalah manajemen, kami berharap pada teman-teman Bawaslu, semua jajaran, karena posisi Bawaslu dalam kontestasi Pilkada ini adalah wasit, kami harap bisa menjadi wasit yang betul-betul baik, yang objektif, netral,” katanya.

Mendagri Tito mengingatkan peserta Pilkada baik petahana maupun penantang untuk mengedepankan isu-isu yang berkenaan dengan penanganan Covid-19 untuk merebut hati masyarakat. Para peserta dapat beradu gagasan, ide, berlomba dalam inovasi penanganan Covid-19 serta dampaknya.

“Ini adalah adu gagasan untuk menekan penyebaran Covid, nanti akan dinilai oleh masyarakatnya apakah mampu atau tidak menangani Covid,” ujarnya. (zak/r)