Budi Mardianto (kemeja putih) saat sidak di lokasi pemotongan kapal

Keprisatu.com – Komisi I DPRD Kota Batam melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke PT Graha Trisaka Industri (GTI) Tanjunguncang, Selasa (23/2/2021). Kedatangan anggota legislatif tersebut untuk menindaklanjuti laporan masyarakat terkait aktivitas pemotongan kapal.

“Kami kesini untuk memastikan aktivitas perusahaan ini, karena laporan masyarakat disini ada kegiatan pemotongan kapal,” kata Ketua Komisi I DPRD Kota Batam, Budi Mardianto usai dari sidak.

Kata dia, laporan masyarakat yang masuk ke DPRD Kota Batam aktivitas perusahaan tersebut sebenarnya memperbaiki (repair) kapal, namun kenyataannya setelah dicek langsung kapal tersebut telah dipotong-potong. Menurut Budi ia bersama para anggota Komisi I DPRD Kota Pemko ingin memastikan terlebih dahulu perizinannya.

“Yang masuk ke kami, kalau kapal itu akan diperbaiki, tapi kenyataannya sudah terpotong-potong. Mungkin pemotongannya sudah 70 persen saat ini,” katanya.

Kata dia, saat melakukan pengecekan langsung ke lokasi, anggota dewan tersebut mendapatkan informasi dari Ishak perusahaan kalau surat menyurat seperti perizinannya sudah lengkap.

“Disana kami memang tidak melihat langsung perizinannya, mereka bilang semua prosedurnya sudah dipenuhi,” ungkapnya.

Untuk itu sambung Budi, Komisi I DPRD Kota Batam akan memanggil pihak terkait untuk melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dalam waktu dekat. Kata dia, nantinya saat hearing nanti akan ketahuan tentang perizinannya.

“Akan kami undang semua pihak terkait, seperti DLH, pihak kapal, pihak perusahaan hingga TNI AL akan kami undang. Saat itu, kami meminta agar pihak perusahaan membuka dan memberitahu secara terbuka tentang perizinannya,” ujarnya.

Budi menuturkan, disaat RDP nantinya, mereka juga akan mempertanyakan langsung ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam terkait kelengkapannya. Kata dia, apakah perusahaan tersebut memang untuk repair kapal atau memang untuk jasa scrube (pemotongan) ada lain sebagainya.

“Kalau perusahaan itu jasa repair tidak bisa untuk lakukan pemotongan, makanya izin perusahaannya seperti apa, tidak bisa dicampur aduk. Jangan sampai pengusaha maunya sendiri tanpa melihat regulasi disini,” ucapnya.

Budi menuturkan, semua pihak termasuk DPRD Kota Batam mendukung penuh semua investasi. Kata dia, saat RDP nanti bukan hanya permasalahan saja yang akan dibahas, tapi juga solusi-solusi bagi pengusaha yang ingin melakukan investasi.

“Kita akan cari solusinya nanti saat RDP. Kita akan luruskan semua permasalahan-permasalahan yang ada. Tapi jangan anggap kami main-main, permasalahan ini bisa saja kami laporkan hingga tingkat pusat,” ujarnya.(KS10).

Editor : Tedjo