Salah satu narasumberĀ  Staf Ahli Menkominfo RI, Henri Subiakto

Keprisatu.com – Kementerian Informasi dan Teknologi (Kominfo) menggelar inklusi digital 2021 Nusantara Ramah Digital Batam secara virtual melalui zoom. Adapun tema kali ini ialah Indonesia Digital Ramah Disabilitas
Jumat (26/3/2021).

Staf Ahli Menkominfo RI, Henri Subiakto mengatakan, saat ini pemerintah Indonesia tidak hanya menyiapkan pembangunan infrastruktur fisik saja, tapi juga infrastruktur digital. Kata dia, kebutuhan hidup tidak hanya sandang, pangan dan papan saja, tapi sekarang internet sangat dibutuhkan.

“Kalau kita sekarang mau ke Palembang ke Lampung hanya butuh waktu tiga jam saja, karena pemerintah sudah membangun infrastruktur jalan, dan akan sampai ke Aceh. Begitu juga dengan kebutuhan internet, semua orang Indonesia mulai dari perkotaan hingga pedesaan butuh yang namanya internet. Sama seperti di Kepri kebutuhan internet tidak hanya di Batam saja, tapi juga daerah lainnya seperti di Anambas dan bahkan pulau Laut juga butuh internet,” kata Henri yang juga Guru Besar Universitas Air Langga.

Kata Henri, zaman sekarang terutama di tengah pandemi Covid-19 semua harus berbasis digital seperti sekolah yang mewajibkan anak-anak pelajar untuk belajar melalui during (online). Beda halnya dengan perdagangan dan ini sangat berdampak ke ekonomi.

“Terutama anak yang masih duduk di Sekolah Dasar (SD). Mereka beresiko tinggi untuk tertular, karena belum bisa diarahkan untuk mengikuti protokol kesehatan, seperti memakai masker, jaga jarak dan lain sebagainya
Kalau orang disuruh supaya tidak jualan kan ini sangat merugikan, dan dampak ekonominya sangat terasa,” ucapnya.

Kata Henri, kebutuhan teknologi di zaman sekarang menjadi kebutuhan yang sangat mendasar bagi kehidupan manusia. Kata dia, dimasa akan datang, semua layanan akan berbasis teknologi digital.

Bahkan sambungnya, handphone (HP) juga salah satu kebutuhan yang penting saat ini. Semuanya kata Henri, bisa dilakukan hanya dengan menggunakan handphone saja, misalnya untuk pendidikan, konsultasi kesehatan dan lain sebagainya.

“Maka dari itu, kita harus bisa menggunakan teknologi secara digital, biar bisa produktif dan bersaing dengan yang lainnya. Dulu hanya untuk ambil uang saja harus ngantri di bank lama-lama, coba sekarang dengan adanya ATM bisa ambil uang dimana saja dan kapan saja tanpa harus mengantri lama-lama. Apalagi anak muda zaman, di dompetnya tidak ada uang, yang ada kartu kredit atau bayar pakai aplikasi uang, selain ringan dan juga aman,” ucapnya.

Plus minus adanya internet saat ini sambungnya, harus disikapi dengan bijak. Gunakan teknologi yang bermanfaat, karena semua kebutuhan manusia saat ini ada didalam internet, mau buat usaha tinggal cari di mesin pencarian google.

“Manfaatkanlah kecanggihan teknologi sekarang, buat hal-hal yang positif. Apapun kita bisa akses di internet,” ungkapnya.

Di Indonesia sendiri sambungnya, tercatat ada sekitar 196,7 juta orang pengguna internet saat ini. Siapapun pengguna internet, baik anak muda hingga orangtua harus berhati-hati, sebab banyak juga orang jahat yang memanfaatkan internet untuk keuntungan pribadi maupun kelompok.

“Hampir 200 juta orang pengguna internet di Indonesia. Kita harus saling mengingatkan, jangan suka termakan informasi hoax. Dan ini bukan terjadi hanya di Indonesia saja, bahkan negara Amerika juga pernah termakan isu hoax warganya,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Sekertaris Jendral PP WCP, Tatiek Prasetyawatie Hoedi mengatakan, Diera digital saat ini, semua orang harus memiliki gagasan dalam hidupnya, terutama masyarakat yang penyandang disabilitas.

“Kita harus punya persiapan, punya mimpi, itu akan membangun semangat kita, punya usaha harus punya tabungan, kita harus punya impian,” ungkapnya.

Kata dia, sebelum membuka usaha terlebih dahulu harus bisa meniatkan diri sendiri. Selain itu juga, setiap manusia pasti diberikan kelebihan atau keahlian masing-masing.

“Kita motivasi diri sendiri, kita kaji apa kelebihan kita, terutama apakah bisa bermanfaat buat orang lain. Latih diri kita untuk disiplin dan yang paling penting ialah apapun keadaan kita pasti memiliki kelebihan,” ungkapnya.

Setelah itu sambung Tatiek, buat suatu perencanaan sesuai dengan keahlian masing-masing. Buang rasa malas, karena waktu terus berjalan dan manfaatkan teknologi.

“Kita harus bangkit, yang tolong diri kita bukan orang lain melainkan diri sendiri. Jangan takut gagal, semua orang pasti pernah gagal, anggap saja kegagalan itu ialah kesuksesan yang tertunda dan terus mencoba,” paparnya.

Menurut Tatiek, kunci keberhasilan itu ialah kesabaran. Kata dia, jadikanlah kritikan itu sebagai kemajuan dari usaha yang sedang dibangun.

“Kita juga harus berani berinovasi beda dari yang lainnya. Misalnya kita buka usaha Martabak, kita harus berani tampil beda, bisa saja berinovasi tambahkan keju Mozzarella atau pakai toping lainnya,” imbuhnya.

Ketua HWDI Jambi, Ratumas Dwi mengatakan, untuk orang yang menyandang disabilitas harus paham dengan internet. Menurutnya, semua penyandang disabilitas memiliki hak yang sama.

“Disabilitas itu harus paham internet,
aturan pemerintah sudah nyatakan hak2 disabilitas, ragam disabilitas peserta,” ucapnya.

Kata dia, kemajuan teknologi sangat membantu penyandang disabilitas. Contohnya apabila seseorang merupakan disabilitas fisik berat dan tidak bisa keluar rumah, maka dengan adanya internet bisa melihat dunia dan ini memberikan motivasi kepada masyatakat disabilitas.

“Di Internet banyak informasi yang memberikan mereka motivasi, biar semangat dalam hidupnya,” paparnya.(ks10).

Editor : Tedjo