Penimbun laut masih terus beraksi dan nelayan yang terkena dampaknya

Keprisatu.com – Penimbunan laut atau bibir pantai yang berada di pantai Tanjung Krurng RT 02 RW,02 sangat merugikan nelayan Sri Kuala Lobam terus terjadi.

“Penimbunan ini seooah terus dibiarkan tanpa penindakan. Kami sudah lapor mulai dari kepala desa, camat, DLH Bintan dan DLHK Kepri tapi tak ada jawaban yang pasti,” ujar Buyung Adly, Ketua KNTI Bintan, Minggu 14/3/2021.

Buyung menegaskan, pihaknya meminta ketegasan Gubernur Kepri Ansar Achmad untuk menepati janjinya saat kampanye yang akan melindungi nelayan pesisir dan menindak perusak eksosistem bawah laut, dan keluarga nelayan..

“Harapan kami Bapak lah yang bisa menegaskan untuk ada tindakan terhadap oknum penimbun laut ini melalui dinas terkait,” ujar Buyung Adly Ketua KNTI Bintan.

Jika sampai hal ini dibiarkan, Buyung menyayangkan bagaimana dengan nasib periuk para nelayan , dan anak istri yang bergantung dari isi laut ini, jika di timbun apa lagi harapan mereka.

“Jika ini tak ada tindakan maka pupus lah harapan kami memilih untuk mengantung kan harapan ke Gubernur Kepri,” kata dia.

Adly menyebutkan, pihak nelayan mengaku dirugikan mulai dari air keruh, kelong karang yang terdampa.

Penegasan lain disampaikan  Jatoman Purba Ketua KNTI.Kecamatan Srikuala Lobam Kabupaten Bintan Provinsi Kepri.

“Kami akan tuntut Gubernur Kepri Pak H. Ansar Ahmad untuk lindungi nelayan kecil tradisional seperti kami. Pak Gubernur lah harapan Kami,” ungkap Jatoman Purba Ketua KNTI Srikuala Lobam. “Pak Gub, tolong proses oknum penimbun laut,” pinta Jatoman Purba.( KS05).

Editor : Tedjo