Keprisatu.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengeluarkan arahan terbaru sektor pendidikan di era new normal. Presiden Jokowi memutuskan untuk menunda masuknya sekolah.

Presiden Jokowi

Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Muhadjir Effendy akan membahas khusus kapan masuk sekolah ini bersama Kemendikbud.

Muhadjir Effendy menyampaikan saran dari Presiden Jokowi, untuk benar-benar menggodok secara matang penerapan new normal di lingkup sekolah.

Hal ini disampaikan Muhadjir Effendy dalam tayangan Youtube KompasTV dilansir dari tribun news, Jumat (29/5/2020).

Dirinya mengatakan, Presiden Jokowi tidak ingin penerapan new normal di sekolah diterapkan secara buru-buru. Tapi, harus betul-betul dengan perencanaan matang.

“Untuk pengurangan pembatasan di sektor pendidikan, akan kita godok dulu sematang mungkin,” ujar Muhadjir Effendy.

“Jadi Pak Presiden wanti-wanti untuk tidak grusa-grusu,” imbuhnya.

Sependapat dengan saran presiden, Muhadjir Effendy menilai untuk sektor pendidikan memang harus mendapatkan perhatian khusus.

Ia menilai untuk penerapan new normal di sekolah masih sangat berisiko, jika dilakukan dalam waktu dekat.

Menurutnya, protokol keselamatan di sekolah berbeda kondisinya dengan sektor umum lainnya.

Terlebih yang dihadapi adalah anak-anak. “Risikonya terlalu besar untuk sektor pendidikan,” jelasnya.

Maka dari itu untuk mengantisipasi terjadinya risiko tersebut, pemerintah bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan masih terus mengkaji kemungkinan tersebut.

Karena seperti yang diketahui jika mengacu pada kalender pendidikan Indonesia, sekolah akan memasuki ajaran baru pada 13 Juli 2020.

Dirinya tidak ingin, sekolah justru menjadi klaster baru penyebaran virus corona.

Selain berdampak buruk pada siswa, pemerintah juga akan mendapatkan sorotan buruk.

“Kalau nanti salah kelola, itu bisa menjadi klaster baru. Kalau menjadi klaster baru, nanti citranya nanti kurang bagus atau bahkan membahayakan karena ini menyangkut anak-anak,” pungkasnya.(*/ted)