
Jakarta, Keprisatu.com — Ketua DPP Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia (IARMI) Kepulauan Riau, Ir. Agus Wibowo, M.M., mengapresiasi pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Nasional (DPN) IARMI periode 2025-2030. Ia berharap kepengurusan baru dapat memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus memperluas pengabdian alumni Resimen Mahasiswa di berbagai daerah.
Pelantikan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Rakernas DPN IARMI 2026 yang berlangsung pada 25-27 September 2026 di IPDN Kampus Cilandak, Jakarta Selatan. Kegiatan mengangkat tema “Bela Negara dan Pengabdian Generasi Muda untuk Indonesia”, serta dirangkaikan dengan Seminar Nasional Bela Negara.
“Atas nama DPP IARMI Kepri, kami mengucapkan selamat atas pelantikan pengurus DPN IARMI periode 2025-2030. Kami berharap kepengurusan nasional dapat memperkuat konsolidasi dan menerjemahkan semangat bela negara ke dalam program pengabdian yang nyata di daerah,” kata Agus.
DPP IARMI Kepri Bawa Perspektif Daerah
Agus menilai Rakernas tidak hanya menjadi forum konsolidasi organisasi, tetapi juga momentum untuk membawa karakteristik dan kebutuhan masing-masing daerah ke dalam agenda nasional IARMI.
Menurutnya, Kepri memiliki perspektif yang khas karena merupakan wilayah kepulauan sekaligus kawasan perbatasan yang berada dalam lingkungan strategis Asia Tenggara.
“Kepri memiliki karakter geografis dan lingkungan strategis yang berbeda dengan daerah lain. Karena itu, perspektif daerah perbatasan perlu menjadi bagian dari pembahasan dalam merumuskan program nasional IARMI,” ujarnya.
Ia menyebut pengabdian di wilayah perbatasan tidak cukup dilihat dari aspek pertahanan dalam pengertian sempit. Pendidikan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat, penguatan wawasan kebangsaan, serta kepedulian terhadap lingkungan juga merupakan bagian dari ketahanan masyarakat di wilayah perbatasan.
Dorong Model Pengabdian Berbasis Karakter Daerah
Agus juga mengapresiasi gagasan “IARMI Mengabdi untuk Desa” yang menjadi salah satu bagian dari agenda Rakernas. Menurutnya, konsep tersebut dapat dikembangkan dengan memperhatikan karakter wilayah, termasuk desa-desa pesisir dan pulau-pulau terluar.
“Program pengabdian akan lebih kuat jika disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Di wilayah kepulauan, misalnya, persoalan akses pendidikan, konektivitas, ekonomi masyarakat pesisir dan penguatan kapasitas generasi muda memiliki karakter tersendiri,” katanya.
Ia mengusulkan agar DPN IARMI membangun model pengabdian yang melibatkan alumni Menwa, mahasiswa, perguruan tinggi, pemerintah daerah, dunia usaha dan masyarakat.
Menurut Agus, alumni IARMI memiliki latar belakang profesi yang beragam. Potensi tersebut dapat dipetakan dan disinergikan dengan kebutuhan daerah sehingga pengabdian tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menghasilkan program yang berkelanjutan.
“Alumni IARMI memiliki kompetensi yang sangat beragam. Ada akademisi, birokrat, profesional, pengusaha dan berbagai profesi lainnya. Potensi itu dapat menjadi kekuatan organisasi untuk memberikan kontribusi yang lebih terukur kepada masyarakat,” ujarnya.
Lima Perwakilan DPP IARMI Kepri Hadir
DPP IARMI Kepri turut hadir dalam rangkaian Rakernas DPN IARMI 2026. Delegasi Kepri dipimpin Ketua DPP IARMI Kepri Ir. Agus Wibowo, M.M.
Selain Agus, delegasi DPP IARMI Kepri yang hadir terdiri dari Dr. Fendi Hidayat, S.T., M.Kom. selaku Sekretaris DPP, Nensy Suryati, S.Pd., M.M. selaku Wakil Ketua DPP, Trisilo Widijaningsih, S.Sos. selaku Wakil Sekretaris DPP, serta Syahril Amzah, SE, M. selaku Kabid. Sosial, Pengabdian dan Kemanusiaan DPP.
Kehadiran delegasi tersebut menjadi bagian dari keterlibatan DPP IARMI Kepri dalam agenda konsolidasi nasional sekaligus memperkuat komunikasi antara kepengurusan daerah dengan DPN IARMI.
Agus berharap hasil Rakernas dapat memberikan arah yang lebih konkret bagi pengembangan organisasi di tingkat daerah.
“Pelantikan merupakan awal dari perjalanan kepengurusan. Tantangannya adalah bagaimana semangat bela negara diterjemahkan menjadi kerja dan pengabdian yang dapat dirasakan masyarakat, termasuk di wilayah kepulauan dan perbatasan,” ujar Agus. (Tjl)



