Pemusatan Latihan Provinsi (Pelatprov) Mandiri Cabang Olahraga Sepaktakraw Kepri PON Papua di GOR Badang Perkasa, Karimun.

Keprisatu.com – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menyarankan Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Kepri dapat menitipkan atlet sepaktakraw di Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) berlatih selama persiapan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Tahun 2021 mendatang di Papua. Hal ini agar kelima atlet lolos PON dapat berlatih maksimal, dan meraih prestasi serta mendulang medali nantinya di PON.

“Kita berharap seluruh atlet dapat ke Pelatnas, agar tim mereka solid dan padu,” ucap Wakil Sekretaris Umum KONI Kepri Amri, saat kunjungan ke Pemusatan Latihan Provinsi (Pelatprov) Mandiri Cabang Olahraga Sepaktakraw Kepri PON Papua di GOR Badang Perkasa, Karimun, belum lama ini.

Dikatakannya, tiga dari lima atlet Kepri lolos PON telah dipanggil ke Pelatnas dan tinggal menunggu surat resminya. Artinya, dua atlet Kepri akan terpisah dari tim.

“Tiga atlet kita sudah dipanggil ke Pelatnas, sedangkan duanya tinggal,” ucapnya.

Untuk itu, Amri menyarankan agar PSTI Kepri menyurati Pengurus Besar (PB) PSTI supaya dua atlet lainnya dapat sekalian dititip di Pelatnas, dengan biaya ditanggung KONI Kepri.
“Dikarenakan kedekatan emosional dan komunikasi baik PSTI Kepri dengan PB, kita mintakan dua atlet lainnya sekalian dititip agar persiapan PON bisa maksimal karena sepaktakraw ini cabang olahraga permainan dan kita lolos di kategori beregu,” ucapnya.

Pemusatan Latihan Provinsi (Pelatprov) Mandiri Cabang Olahraga Sepaktakraw Kepri PON Papua di GOR Badang Perkasa, Karimun.

Dalam kunjungan tersebut Amri menyampaikan pesan bahwasanya Ketua Umum KONI Kepri Usep RS sangat berharap sepaktakraw dapat mendulang medali di PON kali ini. Selain dua atlet dititip di Pelatnas, KONI Kepri juga menyarankan nantinya cabang sepaktakraw dapat menjadwalkan try out ke luar negeri.

“Untuk pemaksimalan persiapan, sepaktakraw dapat mempersiapkan tim melakukan try out, bisa saja dalam negeri ke provinsi tetangga seperti Riau ataupun Sumatera Barat, atau ke luar negeri seperti Malaysia dan Singapura yang berjiran dengan kita,” ucapnya.

Dikatakan Amri, dua negara tetangga itu cabang sepaktakrawnya maju dan berprestasi, bagus untuk dijadikan sparing latih tanding. Apalagi jaraknya dekat dan biaya tidak terlalu besar. Di Malaysia, negara bahagian Johor juga akan menjadi tuan rumah Sukan Malaysia (Sukma) samahalnya penyelenggaraan PON di tahun yang sama dan sedang mempersiapkan tim terbaiknya. Sedangkan Thailand, Tim Nasional Indonesia SEA Games tahun lalu bahkan try out di sana.

Pelatih Kepala Tim Sepaktakraw Kepri PON Papua M Thamrin menyampaikan apresiasi dan terimakasih atas kunjungan KONI Kepri tersebut. “Atas nama PSTI Kepri dan tim, kami berterimakasih telah dikunjungi KONI (Kepri). Mudah-mudahan ini dapat menambah energi atlet dalam berlatih,” katanya.

Thamrin membenarkan tiga atletnya telah dilirik PB untuk bergabung ke Pelatnas. Dan pihaknya setuju jika dua lainnya juga dititip agar tim bisa lebih padu. Dan untuk try out pihaknya sudah programkan, tinggal minta dukungan KONI Kepri.

“Target kita juara di PON. Medali apapun diperoleh, terpenting kita sudah berusaha maksimal,” ujar mantan Atlet Sepaktakraw Nasional asal Riau (saat masih bergabung dengan Riau) yang berhasil menyumbangkan medali perunggu untuk Kontingen Merah Putih pada tiga kali SEA Games di era 90-an.

Dia mengakui bahwa seiring perkembangan Ilmu dan Teknologi (Iptek), pihaknya berharap KONI dapat mendampingi kepelatihan dengan sport science agar tujuannya dalam mewujudkan program latihan terpenuhi. “Pelatihan kami juga perlu dibekali dengan sport science, biar program latihan lebih terarah dan pencapaian dapat secara maksimal,” harapnya.

Wakil Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) KONI Kepri Abdul Halim menyambut baik apa yang diinginkan Pelatih Kepala Tim Sepaktakraw tersebut. Dikatakannya bahwa kunjungan tersebut menjawab apa yang dikeluhkan pelatih dan atlet, sekaligus untuk mengetahui perkembangan pelatihan yang dijalankan.

“Kunjungan ini sekaligus menjawab apa yang dimintakan Pak Thamrin. Kami sudah siapkan program untuk itu, dan segera direalisasikan. Artinya, pelatihan ini tidak dilepas begitu saja, tapi kami akan berikan pendampingan. Program sedang kami susun,” ucapnya.

Ketua Bidang Binpres KONI Kepri Syawaluddin berharap sepaktakraw dapat menyumbangkan medali dan meyakini hal itu dapat terpenuhi, setelah menyaksikan semangat atlet dan tim menjalani latihan. “Dari pelatihan ini nanti dimaksimalkan, kita yakin dapat mendulang medali,” ucapnya.

Pihaknya apresiasi dengan apa yang dilakukan cabang sepaktakraw ini. Meskipun Pelatprov Berjalan dihentikan sementara akibat mewabahnya Covid-19 dan berdampak dengan ditundanya pelaksanaan PON, namun Tim Sepaktakraw Kepri tetap berlatih mandiri. “Pelatihan ini sangat bagus mengingat persiapan kita menjadi lebih maksimal setahun kedepan. Terpenting, pelatih dan atlet tetap mematuhi protokol kesehatan agar hal-hal yang tidak diinginkan terjadi pada atlet dan persiapan menuju PON menjadi terganggu,” ucapnya.

Turut serta dalam rombongan Wakil Ketua Bidang Binpres KONI Kepri Rustam Sinaga dan Raja Nazaruddin, serta Wakil Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang) KONI Kepri Junaidi. Dalam keikutsertaan PON mendatang, cabang olahraga sepaktakraw meloloskan lima atlet untuk mengikuti dua kategori dipertandingkan, didampingi dua pelatih. Di Pra Kualifikasi PON 2019 lalu di Sukabumi, Jawa Barat, Kepri meraih 1 medali perunggu. (r)

Editor: zaki