Mentri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Zainudin Amali (jaket kuning)

Keprisatu.com –  Salah satu olahraga yang paling sering diperlombakan di ajang internasiona yaitu Panahan. Bahkan panahan adalah salah satu cabor di samping renang dan atletik yang tidak pernah dicoret dari Olimpiade, Asian Games, SEA Games, dan PON.

Terkait perkembangan cabor panahan di Propinsi Kepri, mendapatkan  apresiasi karena  berani bertekad menjadikan cabor unggulan. Hal itu disampaikan oleh  Zainudin Amali, Mentri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI  saat memberikan arahan Pelatihan Wasit dan Pelatih Panahan Kepri, di PIH Batam, Sabtu (21/11) sore.

Padahal, kata Zainudin, justru di propinsi lain biasanya sibuk mengembangkan olahraga popular. Namun berbeda dengan Propinsi Kepri yang justru melirik cabor panahan.  “Harapan besar ketika Indonesia kelak menjadi tuan rumah Olimpiade 2032,  panahan berprestasi tertinggi,” ujar dia saat memberi pengarahan .

Kegiatan Pelatihan Panahan ini juga dihadiri Ketua KONI Kepri Usep RS, dan Ketua Perpani Kepri Abdul Razak. Kepri Abdul Razak, mengatakan dalam kegiatan  ini dibagi menjadi beberapa kegiatan. “Sabtu dan Minggu pelatihan, nanti pada 28 – 29 November ada kejuaraan di Nuvasa Bay. Nah para wasit ini akan menjadi wasit (praktik) di hari tersebut,” jelas Razak.

Setelah kegiatan ini, maka para wasit yang mengikuti pelatihan ini akan mendapatkan sertifikasi . “Ada satu wasit nasional dari Kepri , yang saat in jadi pemateri ,” ujar Razak .

Untuk kegiatan minggu depan, harus menghadirkan wasit yang berkualitas dan bersertifikasi nasional, “Kegiatan pelatihan ini diikuti para wasit dari Batam Bintan Tanjung Pinang dan Karimun,” jelasnya lagi .

Sementara Usep RS, selaku Ketua KONI Kepri berharap kepada Pihak Kementrian Olahraga agar memperhatikan sarana dan prasaraan panahan di Kepri yang belum memadai. Sebagai kawasan wisata, Usep Berharap,”Kami minta ke Kementrian Olahraga agar sering  menggelar even panahan berskala nasional di Batam. Ini untuk mengangkat wisata di Kepri khususnya Batam,” terangnya lagi . (tedjo )