Juru Bicara Gugus Tugas Kabupaten Karimun, Rachmadi.

Keprisatu.com – Keluarga dari salah satu pasien Covid-19 yang dinyatakan meninggal dunia pada 9 Oktober lalu, menolak untuk dilakukan swab tenggorokan. Penolakan itu disampaikan ketika Tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Kabupaten Karimun melakukan tracking terhadap keluarga pasien yang meninggal tersebut.

“Iya, keluarga pasien yang meninggal, menolak dilakukan swab. Mereka ini keluarga pasien nomor 2 yang meninggal dunia, warga Kelurahan Tanjungbalai,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Kabupaten Karimun, Rachmadi, Sabtu (17/10).

Rachmadi mengatakan, pihaknya tidak mengetahui penyebab penolakan tersebut. Padahal, swab dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya penyebaran lebih luas dan memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

“Kita sudah mengunjungi pihak keluarga dengan didampingi oleh pihak kepolisian dan camat untuk memberikan pengertian. Tapi tetap menolak,” katanya.

Rachmadi mengaku pasrah akan penolakan itu dan berharap tidak ada yang terkonfirmasi positif Covid-19 dari keluarga pasien tersebut. Ia mengatakan, pemeriksaan swab itu bertujuan untuk memastikan kondisi keluarga pasien dalam keadaan sehat.

“Semua ini untuk kebaikan masyarakat,” ujarnya.

Rachmadi bahkan membantah terkait tuduhan bahwa pihaknya sengaja membuat pasien positif Covid-19. Menurutnya, pemeriksaan yang dilakukan telah mengikuti prosedur seharusnya dan lembaga yang melakukan pemeriksaan juga langsung dari Pemerintah Pusat.

“Sebaliknya, pemeriksaan bukan dilakukan kita, melainkan oleh lembaga yang ditunjuk oleh negara yakni BTKL-PP Kota Batam dan RSKI Galang, Batam,” katanya.

Bahkan, lanjut Rachmadi, pihaknya tidak berharap adanya pasien positif baru di Kabupaten Karimun. “Ada yang bilang kami sengaja menjadikan pasien negatif jadi positif Covid-19 demi dapatkan anggaran, itu tidak benar. Kalau boleh memilih, kami  maunya tidak ada kasus positif Covid-19 di Karimun ini, kami juga capek sebenarnya,” kata Rachmadi.

Ia juga mengatakan, untuk merawat pasien Covid-19 bukanlah perkara mudah dan sangat melelahkan, terkhususnya para tenaga medis. “Jangan kira pakai APD, seragam asmat itu enak, panas itu. Lama-lama kesal juga dituding yang bukan-bukan,” katanya.

Seperti diketahui, saat ini jumlah kasus positif Covid-19 telah mencapai angka 70 kasus komulatif. Angka itu terdiri dadi 47 orang telah dinyatakan sembuh, 4 meninggal dunia dan 19 masih dalam perawatan.(ks12)