Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum ) Kejaksaan Negeri Batam, Novriadi Andra. Foto : KS09

Keprisatu.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam telah melaksanakan putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Tanjungpinang terkait perkara ilegal fishing dengan memusnahkan kapal KM PAF 4837. Kapal ikan Vietnam ini dimusnahkan dengan cara dibakar dan ditenggelamkan di Perairan Tanjungbalai Karimun pada Juli 2020 lalu.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Batam, Novriadi Andra, Selasa (29/9) pagi. “Kapal itu sudah kami musnahkan sehari setelah ditarik dari pangkalan PSDKP, yaitu tanggal 24 Juli 2020, di Tanjungbalai Karimun,” katanya.

Novriadi menjelaskan, terkait rumor yang beredar tentang kapal tersebut telah dibeli oleh salah seorang pengusaha di Tanjungbalai Karimun, ia membantahnya dan mengatakan hal itu tidak benar. Menurut Novriadi, pihaknya harus menjalankan proses eksekusi sesuai dengan amar putusan. Dalam amar putusan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Awani Setyowati, selaku ketua serta Erry Theresia dan Abdullah, masing-masing hakim Ad Hoc, selaku anggota majelis pada 30 Juni 2020 dengan nomor 14/Pid.Sus-Prk/2020/PN TPG, dengan terdakwa Tran Xuan Dung, selaku nahkoda, disebutkan bahwa kapal ikan Vietnam yang ditangkap pada Maret 2020 lalu ini harus dimusnahkan.

“Kami memutuskan untuk membakar dan menenggelamkan kapal itu di Tanjungbalai Karimun, bukan di Batam, dengan alasan untuk menjaga ekosistem laut yang ada. Selain itu, di Batam juga banyak lalu lintas pelayaran sehingga kegiatan pemusnahan tersebut dikhawatirkan akan mengganggu lalu lintas pelayaran itu,” ujar Novriadi lagi.

Tak hanya itu saja, pihak Kejari Batam tidak ingin adanya permasalahan yang timbul di kemudian hari pasca pemusnahan kapal. “Karena ada pengalaman, pada saat penenggelaman kapal di Barelang dulu, kapal yang sudah ditenggelamkan hanyut menabrak tiang rumah warga, yang kemudian warga tersebut minta ganti rugi. Kami takut hal itu terjadi lagi, makanya kami memilih untuk membakar kapal itu di Tanjungbalaik Karimun,” kata Novriadi.

Sebelumnya, dari informasi yang beredar menyebutkan bahwa KM PAF 4837 telah berada dalam penguasaan seorang pengusaha di Kabupaten Karimun, berinisial RM. Kapal yang berstatus sebagai sebagai titipan kejaksaan itu ditarik dari Pangkalan PSDKP di daerah Barelang pada pertengahan Juli 2020 lalu.

RM disebut-sebut telah membeli beberapa unit kapal kayu dari Batam. Bahkan, kapal kayu tersebut dikabarkan telah berada di wilayah Kabupaten Tanjungbalai Karimun.(ks09)