Keprisatu.com – Kasus corona di Provinsi Kepri terus mengalami penurunan. Kasus aktif, sesuai laporan Satgas Penanganan Covid-19 Kepri per tanggal 11 Maret 2021, tinggal 139 orang.

Kasus aktif tersebut tersebar di Batam 79 kasus, Tanjungpinang 40 kasus, Bintan 17 kasus, Karimun 2 kasus, dan Natuna 1 kasus. Laporan kasus aktif ini sudah jauh mengalami penurunan. Pada puncaknya di bulan-bulan sebelumnya, angka kasus aktif di Kepri sempat menyentuh angka 1.000-an.

Dalam laporan perkembangan covid-19 Kepri itu, kumulatif kasus konfirmasi positif saat ini mencapai 8.837. Kemudian kasus sembuh 8.476 dan kasus meninggal 222 orang.

Kalau melihat secara persentase, kasus aktif di Kepri tinggal 1,57 persen, sedangkan kasus sembuh 95,91 persen. Kemudian kasus meninggal mencapai 2,51 persen.

Mengutip data Satgas Covid-19 Nasional, kasus kematian di Indonesia cenderung fluktuatif. Dan per 1 Maret 2021, persentase kematian di Indonesia sebesar 2,71 persen dan dunia 2,22 persen dengan selisih 0,5 persen. Dengan demikian kasus kematian di Kepri lebih rendah dari nasional, namun lebih tinggi dari data dunia.

BACA BERITA LAIN:

Amsakar Apresiasi Tim Satgas Covid-19 Tekan Angka Virus Corona

10 Kecamatan di Karimun Zona Hijau Covid-19

HM Rudi: Mari Jaga Sesama dari Paparan Covid-19

Masyarakat Jangan Lengah 

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito
mangatakan masyarakat jangan lengah dan tetap harus meningkatkan kewaspadaan terhadap covid-19. Dari data yang ada menunjukkan kasus kematian karena covid-19 ini masih tinggi di Indonesia. Bahkan lebih tinggi jika membandingkannya dengan data dunia.

Namun terjadi perkembangan cukup baik pada kesembuhan di Indonesia. Persentasenya meningkat tajam hingga Agustus 2020, kemudian cenderung melandai. Meskipun pasien sembuh terus bertambah hingga saat ini. Membandingkan dengan kesembuhan dunia, sempat mengalami penurunan drastis selama Maret 2020, dan kemudian terus meningkat hingga saat ini. Data per 1 Maret 2021, persentase kesembuhan di Indonesia sebesar 85,88 persen. Sedangkan di dunia sebesar 78,74 persen.

Melihat perkembangan ini menunjukkan, bahwa Indonesia memiliki persentase kasus aktif yang lebih rendah dari dunia, dan persentase kesembuhan yang lebih tinggi dari dunia. Dan kondisi ini harusnya dapat dipertahankan dan terus berupaya menekan angka kasus aktif hingga 0 kasus. Selain itu angka kematian di Indonesia harus segera diperbaiki.

“Tidak hanya persentasenya saja, namun jumlah kematian di Indonesia yang telah mencapai lebih dari 36 ribu orang, adalah hal yang tidak bisa ditoleransi,” ia menambahkan. (ks04)