Batam, Keprisatu.com — Kapolda Kepulauan Riau Irjen Pol Asep Safrudin menegaskan pentingnya penguatan fungsi intelijen dalam mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Kepri.
Hal itu disampaikan Asep saat membuka Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Intelkam Tahun Anggaran 2026 di Aglow Hotel Harbor Bay, Batam, Senin (21/9) pagi. Kegiatan tersebut diikuti Irwasda Polda Kepri, para pejabat utama Polda Kepri, Kapolresta Barelang, Kasat Intelkam jajaran Polda Kepri serta personel Intelkam.

Dalam arahannya, Kapolda meminta jajaran Intelkam mampu menjadi early warning system dengan menyajikan informasi yang akurat, terukur dan dapat dipertanggungjawabkan. Informasi tersebut dinilai penting sebagai dasar bagi pimpinan dalam mengambil keputusan secara tepat.
Menurut Asep, kemampuan memberikan peringatan dini harus diikuti dengan early detection. Intelijen tidak cukup hanya mengetahui adanya potensi persoalan, tetapi juga harus mampu mendalami pihak-pihak yang terlibat, motif, perkembangan situasi hingga potensi dampak yang dapat ditimbulkan.
“Early warning harus dilanjutkan dengan early detection. Intelijen harus mampu mendalami siapa yang terlibat, apa motifnya, bagaimana perkembangannya dan apa potensi dampaknya, sehingga dapat memberikan rekomendasi yang tepat kepada pimpinan,” ujar Asep.
Ia juga meminta personel Intelkam memperkuat pemetaan kerawanan, penggalangan serta komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat. Penyampaian aspirasi masyarakat, kata dia, harus dikelola melalui deteksi dini, komunikasi dan pendekatan yang tetap berpedoman pada ketentuan hukum.
Selain itu, kemampuan counter narasi dan counter informasi diminta terus ditingkatkan untuk menghadapi informasi tidak benar maupun informasi yang berpotensi menimbulkan keresahan. Penguatan sinergi lintas fungsi dan stakeholder juga dinilai penting untuk menjaga stabilitas kamtibmas di Kepri.
Kapolda menegaskan semangat “Secure Kepri for Secure Investment” harus menjadi bagian dari upaya menciptakan keamanan dan kepastian bagi masyarakat, dunia usaha serta investor. Karena itu, produk intelijen diharapkan tidak berhenti sebagai administrasi, tetapi benar-benar memiliki nilai guna sebagai decision support bagi pimpinan.
“Rakernis ini harus menghasilkan peningkatan kemampuan, kualitas produk Intelijen dan kesiapan menghadapi dinamika kamtibmas di wilayah Kepulauan Riau,” tegasnya. Sementara itu, Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Dr. Nona Pricillia Ohei mengajak masyarakat bersama-sama menjaga situasi tetap aman dan kondusif serta memanfaatkan layanan Kepolisian 110 yang aktif 24 jam dan gratis untuk memperoleh bantuan maupun menyampaikan pengaduan. (pur)