Kapal Sedot Pasir Laut beroperasi di dekat pemukiman warga

Keprisatu.com – Warga di Pesisir Pantai,  Kelurahan Sungai Pasir Kecamatan Meral, Karimun menjerit. Ungkapan hati mereka ini lantaran aktifitas kapal  penghisap pasir laut, yang beoperasi di pantai sekitar. Kegalauan mereka lantaran kian hari, aktifitas kapal keruk pasir itu,  kian mendekati  pemukiman masyarakat pesisir. Nelayan disana  mengandalkan hidup dari mencari ikan di laut.

Anto (43), warga pesisir pantai mengatakan, sejak adanya aktivitas kapal penghisap pasir laut dari perusahaan,  diduga menutup mata pencairan nelayan sekitar. Ini karena keberadaan kapal tersebut,  menutup jalan kapal pompong , yang keluar masuk melintas jalur yang digunakan kapal penghisap pasir laut itu. “Kapal pengsihap pasir laut itu  sangat dekat dari pemukiman  warga pesisir,” kami kesulitan mencari ikan di laut,” kata Anto ditemui Sabtu (20/6/2020).

Menurut Anto, sudah lebih dari dua bulan, aktivitas kapal penghisap pasir laut dari PT. Grace Rich Marine, yang berlokasi di Kelurahan Sungai Pasir Kecamatan Meral. Kondisi itu menuai protes oleh masyarakat di pesisir pantai.

“Kami sangat tidak setuju dengan aktivitas kapal pasir laut ini, karna selain dekat  dengan pemukiman , juga menghambat aktivitas kami sebagai nelayan pesisir. Kapal itu mentutup jalan masuk dan keluar kapal pompong kami yang mau beraktivitas untuk mencari rezeki dilaut,” terang Anto, Sabtu (20/6/20).

Sebelum kapal pengeruk beroperasi, Anto mengaku kalau dia dan nelayan disana, pernah diundang rapat dengan beberapa kelompok nelayan dan Gumbang (Elong).  Keberadaan kapal itu untuk mendukung pembangunan galangan kapal dari perusahaan ini. “Tapi setahu kami, mereka melakukan pendalam alur laut di Pulau Merak sana, bukan di dekat pesisir sungai pasir. Kami bingung ini pendalam alur dilakukan, apakah ada izinnya ,” terang Anto lagi.

Jika Kapal Pengeruk Pasiar Tak Bergeser Akan Lapor ke Polsek Meral

Atas aktifitas penyedotan pasir laut disanaa, Anto mengaku nelayan mendapatkan kompensasi dari perusahaan. Namun , yang tidak diterima mereka, soal keberadaan kapal itu menutup jalur jalan kapal nelayan yang hendak melaut.

Anto juga sudah memberitahukan perihal ini,  kepada Kepala Cabang Dinas Kelautan dan Perikanan Karimun melalui WhatsApp, namun belum ada respon. “Karena semua larinya ke propinsi, kami berharap dari  Gubernur dan Bupati Karimun bisa menanggapi masalah ini,” tandasnya Anto.

Keluhan lainnya disampaikan Atiam, warga pesisir pantai lainnya . Dia mengeluhkan  aktivitas kapal penghisap pasir laut inihanya berjarak 100-200 meter dari rumahnya. Karena jalur jalan laut tertutupi keberadaan kapal penyedot pasir , akhirnya Atiam mengaku harus mengeluarkan biaya minyak tambahan, kaerna terpaksa memutar saat harus keluar  kelaut menggunakan pompon. “Makin bertambah biaya pengeluaran kami bisa dua kali lipat,”terang Atiam.

Warga keluhakan aktifitas kapal sedot pasir laut yang menghalangi jalur kapal pompong warga yang hendak melaut

Tidak hanya kedua warga tersebut yang mengeluh, bahkan ada lebih kurang 20 orang warga  yang rata-rata punya kapal pompon,  terhambat aktivitasnya saat keluar dan masuk menuju laut. Atiam juga membenarkan , bahwa kesepakatannya pengerukan pendalam alur, itu bukan dekat lingkungan warga, namun di Pulau Merak.

Herman (50), salah satu masyarakat pesisir pantai mengatakan, “Tadi saya minta pihak Kelurahan untuk turun ke pesisir pantai melihat langsung aktivitas kapal tesebut. Alhamdulillah  Lurah sudah turun lihat langsung,”ujar Herman. Setelah itu, kata Herman, Lurah langsung menelepon salah seorang yang memegang proyek .

Lanjutnya lagi, Lurah menyuruh mundur kapal penghisap pasir laut dan minta melihat lagi titik koordinatnyalebih dekat mana sebetulnya lokasi kapal tersebut beraktivitas. “Kalau juga tidak ada tanggapan, kami mau buat laporan Kepolsek Meral atas keluhan masyarakat pesisir. Lantas   akan turun ramai-ramai  ke laut untuk menghentikan kapal tersebut,”ungkap Herman.

Hingga berita ini dirilis Minggu (21/6/2020), redaksi Keprisatu.com terus mencoba mengkonfirmasi hal  tersebut   Kepala Kantor Cabang Dinas Kelautan dan Perikanan Karimun, melalui via WhatsApp , namun belum ada jawaban.  (iqb)