Sejumlah hotel tampak lengang dan tidak beroperasi akibat minimnya okupansi terkait dengan pandemi corona (Ft Dok Keprisatu).

Keprisatu.com – Dinas Pariwisata Provinsi Kepri masih menunggu laporan resmi dari Dinas pariwisata masing-masing Kabupaten/Kota terkait tutupnya sejumlah hotel. Di masa pandemi Covid-19 beberapa hotel menutup tempat usahanya.

Kadispar Provinsi Kepri, Buralimar mengatakan, laporan adanya hotel yang tutup dari dinas masing-masing Kabupaten/Kota sangat penting. Hal ini guna memudahkan pemerintah dalam memberikan bantuan terhadap pengelola hotel, serta juga buat kepentingan pekerja disektor pariwisata.

“Kalau ada laporannya, kami akan melakukan tindakan berupa memfasilitasi mendatangkan investor baru dan lain-lain,” jelasnya, Jumat (19/3/2021).

Tidak hanya itu, Buralimar juga memohon koordinasi asosiasi Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) untuk duduk bersama. Dalam hal ini, hak-hak para pekerja harus diutamakan dalam persoalan tutupnya sebuah hotel.

“Walaupun kami belum menerima laporan resminya, tapi data-data soal hotel tutup ini akan kami sampaikan ke Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparkraf). Termasuk soal tutupnya Hotel Nagoya Plasa dan masalah yang terjadi di dalamnya,” tegasnya.

Sebelumnya diketahui, Hotel Evitel Batam, Kepulauan Riau menjadi hotel yang saat ini menghentikan seluruh operasional lantaran sepinya tamu.  Hotel Evitel Batam menjadi hotel kedua di Batam, yang tutup akibat pandemi Covid-19 setelah Hotel Nagoya Plasa yang lebih dulu berhenti beroperasi pada 2020 lalu.

Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Batam, menyebut tidak ada masalah pembayaran hak karyawan dalam persoalan tutupnya Hotel Evitel Batam. Sementara masalah antara pihak manejemen Hotel Nagoya Plasa dengan karyawannya hingga kini belum selesai.(KS10).

Editor : Tedjo