
Batam, Keprisatu.com – Ketegangan mewarnai Rumah Sakit Budi Kemuliaan (RSBK) Batam setelah puluhan keluarga korban bentrokan yang terjadi di kawasan Setokok, Jembatan Barelang,Senin (14/9) sore. Keluarga korban mendatangi rumah sakit untuk memastikan kondisi kerabat mereka.
Suasana sempat memanas lantaran keluarga korban mendesak aparat kepolisian segera menangkap seluruh pelaku. Bentrokan yang diduga dipicu konflik lahan tersebut terjadi di kawasan Jembatan 3 Barelang, tak jauh dari Mako Marinir, pada Senin sore. Dua kelompok yang disebut-sebut bernama Elang Laut dan Garuda terlibat aksi saling serang yang diduga menggunakan senjata tajam.
Insiden tersebut membuat suasana di sekitar Jembatan Barelang mencekam. Sejumlah orang dilaporkan menjadi korban dalam bentrokan tersebut, bahkan beberapa di antaranya mengalami luka serius akibat serangan senjata tajam dan harus mendapatkan perawatan medis di sejumlah rumah sakit di Batam.
Kabid Humas Polda Kepri Kombes Nona Pricillia Ohei mengatakan, berdasarkan data sementara, terdapat sembilan korban dalam insiden tersebut. Dari jumlah itu, dua orang meninggal dunia akibat terkena tembakan, sedangkan tujuh korban lainnya mengalami luka dan menjalani perawatan.
“Dua korban yang meninggal dunia sudah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara,” ujar Nona saat memberikan keterangan terkait penanganan para korban.
Sementara itu, korban lainnya menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit. Tiga korban dirawat di Rumah Sakit Budi Kemuliaan, tiga korban lainnya mendapatkan perawatan di RS Awal Bros Batuaji, sedangkan satu korban menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah.
Di RSBK, puluhan warga yang merupakan keluarga dan kerabat korban terlihat berkumpul. Mereka meminta kepolisian segera menangkap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam bentrokan hingga menyebabkan jatuhnya korban jiwa tersebut.
Melihat situasi yang mulai memanas, Kombes Nona Pricillia Ohei turun langsung menemui keluarga korban. Dengan pendekatan persuasif, Nona meminta massa menahan diri dan menyerahkan sepenuhnya proses penanganan kasus kepada kepolisian.
“Sudah ada dua orang yang diamankan di Polresta Barelang,” kata Nona di hadapan keluarga korban yang masih terlihat geram.
Nona menegaskan, proses penyelidikan dan pengejaran terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat masih berlangsung. Ia menyebut jumlah orang yang diamankan sangat mungkin bertambah.
Tim Reskrim Polresta Barelang bersama Polda Kepri masih melakukan pengejaran terhadap para pelaku yang diduga terlibat dalam bentrokan tersebut. Polisi juga terus mendalami motif dan rangkaian kejadian untuk memastikan penanganan kasus dilakukan secara hukum. (tjl)