Presiden Jokowi beroakaian adat Sabu, Nusa Tenggara Timur pada rapat Sidang Tahunan MPR, Jumat (14/8/2020). Foto Setneg.

Keprisatu.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) tampil berpakaian adat Sabu, Nusa Tenggara Timur dalam Pidato Kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR RI Tahun 2020 di ruang sidang MPR RI, Jakarta, Jumat (14/8/2020).

Jokowi dalam sidang tersebut, menyoroti dampak pandemi corona virus disease 2019 (covid-19) terhadap ekonomi.

Sebanyak 215 negara, sedang menghadapi masa sulit diterpa pandemi covid-19. Catatan WHO per 13 Agustus 2020, terdapat lebih dari 20 juta kasus di dunia, dengan jumlah kematian di dunia sebanyak 737 ribu jiwa.

“Semua negara sedang mengalami kemunduran karena terpapar covid-19. Krisis perekonomian dunia juga terparah dalam sejarah. Di kuartal pertama 2020, pertumbuhan ekonomi negara kita masih plus 2,97 persen, tapi di kuartal kedua minus 5,32 persen,” lanjutnya.

Jokowi mengambil tamsil perekonomian ibarat komputer, semua negara saat ini sedang macet, sedang hang. Semua negara harus menjalani proses mati komputer sesaat, harus melakukan re-start, harus melakukan re-booting. Semua negara mempunyai kesempatan men-setting ulang semua sistemnya.

“Inilah saatnya kita membenahi diri secara fundamental, melakukan transformasi besar, menjalankan strategi besar. Strategi besar di bidang ekonomi, hukum, pemerintahan, sosial, kebudayaan, termasuk kesehatan dan pendidikan,” lanjutnya.(ks01)