Anggota Bawaslu Provinsi Kepri bidang Koordinator Divisi SDM dan Organisasi, Said Abdullah Dahlawi.

Keprisatu.com – Sebanyak 224 petugas Tempat Pemungutan Suara (TPS) dinyatakan reaktif usai menjalani rapid tes. Selanjutnya, para petugas TPS ini akan menjalani tes swab untuk memastikan penularan Covid-19.

“Setelah kami tahu hasilnya reaktif, makanya kami langsung menyuruh mereka melakukan tes swab,” kata Anggota Bawaslu Provinsi Kepri bidang Koordinator Divisi SDM dan Organisasi, Said Abdullah Dahlawi, Senin (30/11) di kantor Wali Kota Batam.

Said merinci, petugas TPS berstatus reaktif tersebar hanpir di semua daerah pelaksana Pilkada, yakni Batam sebanyak 173 orang, Tanjungpinang 16 orang, Bintan 11 orang, Karimun 22 orang dan Lingga sebanyak 2 orang. Sedangkan untuk Kabupaten Anambas, pemeriksaan masih dilakukan oleh petugas kesehatan.

“Untuk di Lingga sendiri, 2 orang yang hasilnya reaktif harus isolasi mandiri dulu selama 2 minggu, dan saya rasa waktunya ini sudah mepet. Kalau daerah lainnya langsung diswab. Hanya Lingga saja yang sedikit beda aturannya,” ujarnya.

Menurut Said, saat ini Bawaslu Kepri tengah mempersiapkan antispasi kedua. Menurutnya, bila dari ratusan petugas tersebut dinyatakan positif Covid-19 setelah pemeriksaan swab, maka akan segera diganti dengan petugas yang baru.

“Sekarang ini kami siapkan antisipasi kedua. Kami akan membuat Bimtek yang kedua, di mana kalau ada yang positif, maka akan kami ganti. Ingat ya, reaktif dari rapid tes belum tentu positif Covid-19,” ujarnya.(ks10)

Editor : Aini