Jalan S Parman, seberang kios Rusun Tj Piayu, tak bisa dilalui karena tenggelam oleh banjir dadakan. Dari jauh puluhan kendaraan dari arah Mukakuning ke Tj Piayu, tertahan luapan sungai di Duriangkang

Keprisatu.com – Hujan deras yang mendera di seantero Kota Batam pada Ahad (23/08/2020) pagi, menyebabkan banjir dadakan.  Seperti di Jalan S Parman , Kecamatan Seibeduk Kota Batam.

Pantauan di lokasi pukul 12.00 WIB, ruas jalan raya S Parman dari arah Mukakuning ke Seipancur tenggelam oleh luapan sungai di drainase Kelurahan Duriangkang.

Akibatnya, puluhan kendaraan baik roda dua dan roda empat dari kedua arah, terpaksa balik kanan.

Namun kendaraan yang nekat menerobos, tidak sedikit yang mogok karena  mesin yang kemasukan air hujan.

Banjir ini merupakan  banjir dadakan yang kerap terjadi, saat intesitas hujan  sangat tinggi. Aliran airnya berasal dari beberapa perumahan yang berada di permukaan tanah yang cukup tinggi.

Beberapa diantaranya dari perumahan di Kelurahan Duriangkang, Perumahan Bidaayu (Kelurahan Mangsang), dan perumahan Bidadari. Luapan airnya , mengalir ke kanala (drainase) di Jalan S Parman.

Aliran airnya menginduk ke drainase di jembatan di Simpang Masuk Kantor Camat Seibeduk dan akhirnya menuju ke laut.

Warga menyebut cukup aneh banjir ini kembali terjadi. Sebab, di sisi hilir, sudah dilakukan normalisasi dan pelebaran alur sungai dari sisi hilir yang berbatasan dengan Sei Pancur ke arah laut.

Namun banjir dadakan ini tidak bisa dihindari lagi.

Banjir ini diperparah dengan meluapnya air dari sisi kanan dan kiri, jalan raya depan Pasar Seipancur. Ini lantaran, kedua sisi jalan raya , kapasitas paritnya tidak cukup besar untuk menampung air.

Sehingga air dari parit langsung meluap ke jalan raya. (ks03)