Bahas integrasi BBK dan Singapura serta tarvel bubble.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto

Keprisatu.com – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto kembali bertemu bilateral dengan Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan, Jumat (26/3/2021). Pertemuan kali ini, antara lain membahas integrasi Pembangunan Batam, Bintan, dan Karimun ( BBK ) -Singapura, termasuk soal travel bubble.

Pertemuan ini kelanjutan dari hasil pertemuan tingkat menteri yang sebelumnya secara virtual. Indonesia dan Pemerintah Singapura terutama memperdalam kerja sama ekonomi antara kedua negara dan mengatasi tantangan ekonomi akibat pandemi covid-19 yang masih berlangsung.

“Kantor kami selalu terbuka untuk inisiatif dan kolaborasi untuk memprakarsai bersama mempromosikan peluang bisnis di Indonesia dan Singapura,” tutur Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam siaran resminya, yang dikutip Ahad (28/03/2021).

Terdapat beberapa hal penting dari kerja sama ekonomi bilateral Indonesia-Singapura, pada Pertemuan Tingkat Menteri Oktober 2020 lalu, yakni adanya Enam Kelompok Kerja Ekonomi Bilateral (6WG), yaitu Batam-Bintan Karimun dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) lainnya, investasi, ketenagakerjaan, transportasi, agribisnis, dan pariwisata.

Airlangga mengungkapkan pemerintah Indonesia mengapresiasi komitmen kuat Singapura untuk terus berinvestasi di Indonesia. Bahkan tahun lalu, FDI Singapura mencapai US$ 9,8 miliar atau 34 persen dibandingkan tahun 2019 dan merupakan rekor tertinggi dalam 6 tahun terakhir.

Travel Bubble Inisiatif Singapura-Bintan  

Menteri Luar Negeri Singapura pun mengungkapkan negaranya tidak dapat pulih sendirian, melainkan membutuhkan peran seluruh wilayah untuk bekerja sama termasuk dengan Indonesia.

Kabar terbarunya, pertemuan kali ini membahas Integrasi Pembangunan Batam, Bintan, dan Karimun ( BBK ) – Singapura; Inisiatif Kerja Sama Industri Digital; Kerja Sama Program Pengembangan Tech-Talent, Travel Bubble Innitiatives Singapura-Bintan; Kawasan Industri Kendal; Kemungkinan Kerja Sama dalam Infrastruktur (infrastruktur keras dan lunak); Pengembangan Smelter Alumina di KEK Galang Batang; Pembangunan Jembatan Batam-Bintan; Pengembangan Maintenance Repair & Overhaul (MRO) KEK Batam Aero Technic; dan Leaders’ Retreat.

Dalam kerjasama multilateral, Airlangga juga ingin menggunakan kesempatan ini untuk mencari dukungan Singapura pada Presidensi G20 Indonesia di tahun 2022. Indonesia berharap kerja sama G20 dapat membawa pesan positif seiring dengan upaya untuk mengatasi tantangan besar saat ini khususnya dalam pemulihan ekonomi global.

“Saya ingin menutup dengan menegaskan kembali komitmen kuat Pemerintah Indonesia untuk terus bekerja sama dengan Singapura. Saya percaya bahwa masih banyak peluang yang harus dimanfaatkan kedua negara di tahun-tahun mendatang,” kata Airlangga. (ks04)

BACA JUGA BERITA LAIN:

7 Fakta Sebulan Ansar Ahmad Nakhodai Kepri

Nisfu Sya’ban Jatuh pada Ahad Malam

Sempat Melandai, Kasus Covid-19 Kepri Naik Lagi