Antrean kendaraan yang hendak membeli BBM di spbu Mukakuning

Keprisatu.com – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam mencatat bahwa kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis premium disebab pengurangan kuota oleh Pertamina. Hal inilah yang selama ini menjadi kelangkaan minyak subsidi tersebut di Batam.

Kadisperindag Kota Batam Gustian Riau mengatakan, dari realisasi mereka (Disperindag) tahun 2020, dari 163.776 kilo liter (KL) BBM jenis premium, pihak Pertamina hanya menyalurkan 109.860 KL saja.

Kata Gustian, adanya pengurangan tersebut maka terjadi kelangkaan di Batam bukan karena kuota yang tidak ada.

“Ini namanya bukan karena kuota tidak ada, tapi kelangkaan. Karena pihak Pertamina sendiri yang mengurangi kuota premium,” kata Gustian, Jumat (22/1/2021).

Menurut Gustian Pertamina seharusnya kuota BBM jenis premium jangan dikurangi, agar tahun depan (2021) jatah premium meningkat. Akibat dari pengurangan ini, yang langsung terkena dampak ialah mayarakat Batam dan Disperindag sendiri merasa keberatan dengan kebijakan Pertamina.

“Kami sudah minta jawaban ke Pertamina kenapa tahun 2020 kuota yang ada tidak disalurkan. Kami juga minta dasar hukumnya dimana, seharusnya setiap SPBU dapat jatah 15 KL perhari.

Sementara tahun kemarin, hari Senin ada premium ada 8 KL, Selasa 8 KL, Rabu kosong, Kamis kosong, Jumat kosong, Sabtu kosong dan Minggu juga kosong,” ungkapnya.

Kata dia, pihak Pertamina jangan memutuskan sesuatu sendirian, harus melibatkan semua pihak. Kata Gustian, mereka mau menjual Pertamax 92, termasuk Pertalite yang kuota harusnya 16 KL perhari.

“Pertamina bukalah suara jangan hanya diam saja, Januari 2021 sudah ada kuota premium tapi kenapa di batasi lagi,” ucapnya.(ks10).

Editor : Tedjo