Bupati Bintan Apri Sujadi

Keprisatu.com – Bupati Bintan Apri Sujadi angkat bicara terkait klaim lahan warga dan TNI AL di Bintan Utara, Kepri. Menurutnya, persoalannya bukan soal siapa dan milik siapa, tapi siapa yang punya bukti legalitas secara hukum?

TNI Angkatan Laut (AL) sebelumnya berencana membangun Sekolah Pusdik Bintara TNI AL di lahan yang berlokasi di Kelurahan Tanjunguban Kota, Bintan Utara, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri. Namun rencana tersebut terkendala karena warga Kampung Raya dan Kampung Jeruk masih menghuni lahan dan rumah di lokasi tersebut.

BACA JUGA: Sekolah TNI Angkatan Laut Tanjung Uban Segera Dibangun

Bupati Kabupaten Bintan, Apri Sujadi pun angkat bicara terkait dengan permasalahan ini. Intinya Apri menyatakan terkait lahan yang  masih warga huni, dirinya menyerahkan hal itu kepada proses hukum .

“Kalau warga mau komplain silakan. Nanti biarlah proses hukum yang akan menjawabnya,” tegas Apri Sujadi, Jumat (5/2/2021) pekan lalu.

Terkait saling klaim antara instansi AL dan warga, Bupati Apri  juga menggatakan saat ini bukan persoalan siapa dan milik siapa lahan itu. Tetapi, menurut dia, persoalan siapa yang memiliki bukti kepemilikan tanah dan lahan secara hukum atau legalitas kepemilikan?

Guna membantu penyelesaian masalah ini, Apri Sujadi mengaku sudah berupaya mengumpulkan pihak Lantamal, Anggota DPRD Kabupaten Bintan, dan pihak terkait lainnya. Tujuannya guna menyelesaikan rumah dan lahan warga di kampung tersebut.

“Biarlah proses hukum yang akan memutuskan, kerena kita negara hukum. Tinggal nanti kebijakannya apabila ada masyarakat merasa rugi, kerena semua adalah saudara kita, yang perlu perlindungan,” tegas Apri.

Sebelumnya, rencana pembangunan Sekolah Pusat Didik (Pusdik) Bintara TNI Angkatan Laut, sudah tahap pengukuran lahan. Pengukuran lahan tersebut pada Jumat (20/11/2020) silam.

Rencana pembangunan Sekolah Pusdik Bintara TNI AL, di Kampung Jeruk RT 04 RW 09 Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara Kabupaten Bintan Provinsi Kepri, dengan petugas ukur lahan oleh pengukur pihak swasta. (ks05).

editor: joko