Kepala BP Batam HM Rudi berdialiog dengan Kepala BPPT-RI, Hammam Riza

Keprisatu.com – Sepekan terakhir, seantero Kota Batam diguyur hujan. Bagi kaum awam, hujan ini sedikit cukup aneh. Karena biasanya di bulan-bulan ini, tengah berlangsung musim kering alias kemarau. Namun, hujan deras ini justru terjadi terus menerus.  Belakangan ternyata hujan ini adalah hujan buatan.

Penjelasan dari Badan Pengusahan (BP) Batam yang bekerja sama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), menyatakan, bahwa saat ini tengah melakukan usaha untuk menambah volume air baku di waduk waduk di Pulau Batam.

Untuk pertama kalinya wilayah Batam,  BP Batam dan BPPT menerapkan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) atau hujan buatan, untuk mengisi cadangan air Waduk Duriangkang, yang menopang kebutuhan air baku Kota Batam.

Pada dasarnya hujan buatan merupakan aplikasi dari suatu teknologi. Hal ini dilakukan untuk berbagai tujuan, seperti menambah curah hujan, mengurangi hujan es, dan mengurangi kabut.

Namun, di Indonesia, TMC biasanya digunakan untuk mengisi waduk, membasahi lahan gambut, memadamkan karhutla, atau mengurangi curah hujan penyebab banjir.

Sedangkan penerapan TMC yang digunakan di Batam untuk menambah volume air hujan, agar dapat mengisi waduk-waduk yang ada di Pulau Batam.

HM Rudi Harap Penerapan Teknologi TMC, Selesaikan Persoalan Aira Baku

Kepala BP Batam HM Rudi

Sebelumnya, pada tanggal 8 Mei 2020 telah dilaksanakan penandatanganan MoU antara Kepala BP Batam dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan dilanjutkan dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Direktur Badan Usaha Fasilitas dan Lingkungan dengan Kepala Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca BPPT.

Kepala BP Batam yang juga Walikota Batam, Muhammad Rudi dan Kepala BPPT, Hammam Riza, melangsungkan pertemuan pada Kamis (18/6/2020) guna melakukan koordinasi dan melihat perkembangan dari TMC yang sudah dilakukan selama sepekan terakhir.

Muhammad Rudi mengatakan,“Barusan saya bertemu dengan Kepala BPPT, kita telah melaksanakan MoU terkait Teknologi Modifikasi Cuasa (TMC) untuk mengatasi permasalahan air di Kota Batam.  Kegiatan ini dimulai dari tanggal 11 Juni 2020 dan mungkin  akan dilanjutkan sampai sebulan ke depan”.

Ia berharap dengan adanya kerja sama ini dapat menyelesaikan permasalahan air baku di Batam. “Tentunya kita mengharapkan kerja sama ini dapat menyelesaikan permasalahan air baku di Kota Batam, sehingga supply air tidak terganggu dan suatu waktu proses air di Kota Batam bisa sempurna,” harap Muhammad Rudi.

Penerapan TMC, BP Batam dan BPPT Klaim Hasilkan 32 Juta Meter Kubik Air.

Waduk Tembesi, salah satu sumber air cadangan yang siap diolah

Kepala BPPT, Hammam Riza menyebutkan , “Hujan buatan ini adalah upaya untuk mempercepat turunya hujan, tentu saja ini membutuhkan teknologi atmosfer,  kemampuan   menentukan kapan saat yang tepat untuk melakukan teknologi modifikasi cuaca”.

Penerapan TMC juga sangat tergantung dari kondisi awan, arah angin, serta seluruh indikator-indikator yang terkait dengan cuaca.  “Dengan demikian kita melaksanakan upaya menyemai awan, supaya bisa kondensasi atau pengembunan yang nantinya akan menghasilkan hujan,” kata Hammam Riza.

Hammam Riza berharap, Batam akan terus berupaya untuk mengelola lingkungan dengan baik. “Harapan kami Kota Batam akan terus memperkuat upaya untuk mengelola lingkungan dengan lebih baik, khususnya dalam ketersedian air, dalam melakukan mitigasi terhadap potensi resiko bencana alam. Tentunya BPPT sangat mendukung semua upaya ini karena pada akhirnya tugas BPPT melakukan pengkajian dan penerapan teknologi yang sesuai kebutuhan masyarakat,” tambahnya.

Dalam pelaksanaanya, Tim BB TMC BPPT yang diketuai Budi Harsoyo menggunakan pesawat Piper Cheyenne II dan untuk inisiasi di awan digunakan Flare Hygroskopic ICE Chrystal.  “Sejauh ini yang sudah kami lakukan sejak tanggal 11 Juni 2020, dengan menghitung  intensitas curah hujan, kemudian kami crop dengan daerah tangkapan air (catchment area) waduk. Terhitung hasilnya 32 juta meter kubik. Jika dilihat dari TMA (titik mati atas) nya  memang tidak terlalu terlihat, tetapi ada peningkatan sekitar 9 cm sejak pertama kali,” kata Budi Harsoyo, Koordinator Tim TMC BPPT.

Dalam pertemuan turut hadir Anggota Bidang Pengusahaan BP Batam, Syahril Japarin, Direktur Badan Usaha Fasilitas dan Lingkungan BP Batam Binsar Tambunan, Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam Dendi Gustinandar dan Tim BB TMC BPPT. (joe/r)