Hujan turun di Kavling Pancur Baru Duriangkang yang berada tak jauh dari Waduk Duriangkang

Keprisatu.com – Badan Pengusahaan (BP) Batam bekerjasama dengan BPPT merancang teknologi hujan buatan atau dikenal dengan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) . Hujan buatan itu dirancang bisa turun di area waduk sumber air bersih di Batam.

Namun belakangan masyarakat banyak bertanya tanya, bahkan memprotes hujan buatan yang sampai menimbulkan banjir .

Hal ini pun  dijawab oleh  Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol, Dendi Gustinandar melalui rilisnya bahwa  jika TMC mengunci awan yang akan mengarah ke daerah tangkapan air (DTA) waduk.

Baca Juga: Robohkan Tiang PLN, Hujan dan Longsor Tutupi Jalan ke Tanjunguma

“Perlu kami sampaikan bahwa penerapan TMC untuk mempercepat hujan dilakukan dengan mengunci koordinat di sekitar area Waduk Duriangkang dan Waduk Muka Kuning,” kata Dendi.

Teknologi modifikasi cuaca (TMC) yang dilakukan BP Batam dengan Badan Pengkajian dan Penerepan Teknologi (BPPT) disebut bisa dirancang menentukan lokasi turun hujan.

Setelah awan yang berada di sekitar koordinat DTA waduk tersebut masuk, dilakukan inisiasi di awan untuk menurunkan hujan di lokasi yang telah ditetapkan.

“Hal ini dilakukan untuk meningkatkan volume hujan di daerah sekitaran waduk,” ujar Dendi.

Baca Juga: Tergerus Longsor, Puluhan Prabot Rumah Rusak

“Terjadinya hujan di sekitar daerah tangkapan air Waduk Duriangkang dan Waduk Muka Kuning mengakibatkan terbentuknya iklim mikro,” jelas Dendi

Sementara itu, berdasarkan prakiraan dari BMKG, yaitu bahwa dalam pekan terakhir Juni di wilayah Kepulauan Riau diprediksi akan terjadi peningkatan hujan sejak Jumat dini hari secara alami akibat pengaruh angin, terutama di Kota Batam.  Begitu juga di beberapa wilayah di Kepulauan Riau lainnya termasuk di Tanjung Pinang dan Rempang. (joe)