Hotel Aston Tanjungpinang terima hibah
Hotel Aston Tanjungpinang terima hibah pariwisata sebesar Rp152 juta.

Keprisatu.com – Sebanyak 40 hotel dan 24 restoran di Kota Tanjungpinang bakal menerima bantuan hibah pariwisata. Hingga 22 Desember 2020, daerah sudah mentransfer bantuan hibah kepada 47 hotel dan restoran. Salah satunya kepada Hotel Aston Tanjungpinang dengan bantuan hibah sebesar Rp152.305.200.

Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Tanjungpinang, Surjadi menerangkan, jumlah bantuan hibah pariwisata untuk Tanjungpinang mencapai Rp3,59 miliar. Rinciannya, 70 persen atau Rp2.517.991.000 untuk hotel dan restoran. Sedangkan 30 persen atau Rp1.079.139.000 untuk penanganan sektor pariwisata.

Pencairan hibah dari rekening kas umum negara (RKUN) ke rekening kas umum daerah (RKUD) itu terbagi dua tahap. Pertama, daerah menyalurkan 50 persen dari pagu alokasi hibah Rp3.597.130.000.

“Penyaluran tahap kedua setelah kegiatan tahap pertama 50 persen terlaksana,” jelasnya, Rabu (23/12/2020).

Surjadi menyebutkan kriteria hotel dan restoran yang berhak menerima hibah. Yaitu hotel dan restoran sesuai database wajib pajak hotel dan restoran tahun 2019. Hotel dan restoran itu juga masih beroperasi sampai dengan Agustus 2020.

Kemudian, hotel dan restoran yang memiliki perizinan berusaha yaitu Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) yang masih berlaku. Serta hotel dan restoran yang membayarkan dan memiliki bukti pembayaran PHPR pada 2019.

Bukan untuk Bayar Pajar

Dari database wajib pajak tahun 2019 BP2RD, tercatat 42 hotel dan 328 restoran di Tanjungpinang. Hasil verifikasi bersama DPMPTSP dan Kemenparekraf, jumlah calon penerima hibah sebanyak 40 hotel dan 24 restoran.

Sedangkan untuk wajib pajak calon penerima hibah setelah hasil review inspektorat menjadi 68 penerima hibah. Jumlahnya mencapai Rp1.752 430.719,02, terdiri dari 38 hotel sebesar Rp790.541.608,63 dan 30 resto sebesar Rp961.889.110,39.

“Dana hibah pariwisata ini dapat untuk kegiatan operasional hotel dan restoran agar survive. Tidak boleh untuk membayar pajak,” tutur Surjadi.

Untuk progress pencairan, kata Surjadi, hingga 22 Desember 2020 daerah sudah mentransfer ke 47 hotel dan restoran. Sementara 12 hotel dan restoran dalam tahap proses di BPKAD. Sedangkan 9 hotel dan restoran tidak ikut dalam kegiatan ini dengan berbagai alasan.

“Seperti tidak mau memberikan berkas, mau memberikan berkas tapi tidak mau ribet. Hotel tutup, restoran tidak ketemu, dan sebagainya,” kata Surjadi.

Wali Kota Tanjungpinang, Rahma mengatakan, di akhir tahun, Kemenparekraf mengucurkan dana hibah untuk membantu daerah. Serta industri hotel dan restoran yang mengalami penurunan pendapatan serta gangguan finansial akibat pandemi Covid-19.

Baca juga: Tanjungpinang Tambahkan Covid-19 Sebanyak 37 Kasus

Selain itu, untuk membantu pelaku usaha dalam menyiapkan strategi menghadapi pandemi Covid-19. Serta penerapan protokol kesehatan di hotel dan restoran seperti, kesehatan, kebersihan, keselamatan dan kelestarian lingkungan.

“Ini menjadi langkah awal dari pemulihan. Juga mampu meningkatkan kepercayaan dari wisatawan yang nantinya akan mengunjungi destinasi wisata. Karena, pelaksanaan protokol kesehatan yang baik adalah kunci keberhasilan sektor pariwisata,” ucapnya di Hotel Aston Tanjungpinang. (ks08)