Tiga pengamen remaja yang menjajakan suara demi susuap nasi

Keprisatu.com – Pandemi Covid-19 berdampak pada hampir semua aspek kehidupan.  Kondisi ini juga berpengaruh terhadap penghidupan para penyanyi jalanan.

Maraknya para penyanyi jalanan di Batam, sudah bisa dipastikan terlihat di setiap perempatan lampu merah utama di jalanan Kota  Batam. Namun, persaingan ketat menjadikan beberapa pengamen, memilih mundur dan mencari penghidupan di tempat lain.

Kali ini, para  pengamen nampak ramai di kawasan Tanjung Uban. Mereka kerap mewarnai pemandangan setiap warung kopi, Sabtu (28/11/2020).

Terlihat tiga remaja, sedang mengamen dikedai kopi Bro Coffee  Permaisuri, Kelurahan Tanjung Uban Kota Kecamatan Bintan Utara , Provinsi Kepri.

Dalam obroan santai, Oki, salah satu pengamen mengakui,  mereka bergeser dari  Kota Batam untuk mencari penghidupan di Bintan. “Kami ingin menuju ke  Tanjung Pinang, kami menumpang lori,” ucap Oki.

Saat ditanya KTP, Oki mengaku belum memilikinya. Dia menjadi pengamen karena baru saja lulus  sekolah.

Oki mengaku ketiganya memang kerap berpindah pindah dari satu warung kopi ke warung kopi lain yang ada di Tanjung Uban. “Kami tadinya dari Batam, kami ke sini untuk mendapatkan sesuap nasi, ” selorohnya.

Dengan bermodalkan suara dan satu unit gitar kapok, Oki tak malu malu untuk mengharapkan jasa dan simpati puan dan tuan demi membeli makanan untuk mengisi perut. (Ks05).

Editor : Tedjo