
Keprisatu.com – Sebagai bentuk penghormatan dan doa kepada tokoh besar Kesultanan Riau Lingga, Lembaga Juriat Kesultanan Riau Lingga bersama STAIN Sultan Abdurrahman Muazamsyah (STAIN SAR) menggelar peringatan Haul ke-98 Hijriah Sultan Abdurrahman Muazamsyah, Senin (26/1), di Masjid Sultan Riau, Pulau Penyengat, Tanjungpinang.
Sultan Abdurrahman Muazamsyah dikenal sebagai ulama dan pemimpin yang meninggalkan warisan penting dalam pengembangan pendidikan dan keislaman. Namanya kini diabadikan sebagai nama institusi pendidikan tinggi keagamaan Islam yang berkedudukan di Bintan, yakni STAIN Sultan Abdurrahman Muazamsyah.
Saat ini, STAIN Sultan Abdurrahman Muazamsyah telah berkembang pesat dengan jumlah mahasiswa mencapai sekitar 1.800 orang. Perguruan tinggi tersebut memiliki sembilan program studi dan telah melahirkan banyak sarjana yang berkiprah di berbagai bidang sesuai disiplin ilmunya.
Peringatan haul yang dipusatkan di Masjid Sultan Pulau Penyengat ini dihadiri oleh perwakilan Dinas Kebudayaan Provinsi Kepulauan Riau, Ketua STAIN SAR, sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Tanjungpinang, serta Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Tanjungpinang.

Selain itu, sejumlah juriat Kesultanan Riau Lingga turut hadir mengikuti rangkaian acara. Kehadiran para juriat ini menambah kekhidmatan sekaligus mempererat silaturahmi keluarga besar Kesultanan Riau Lingga.
Kegiatan haul ini juga dirangkai dengan peringatan wafatnya Sultan Abdurrahman Muazamsyah serta peringatan 40 hari wafatnya Tengku Fuad. Rangkaian acara diisi dengan pembacaan Surah Yasin, tahlil, tahtim, serta doa bersama.

Doa-doa yang dipanjatkan diharapkan menjadi wasilah bagi para almarhum serta membawa keberkahan bagi masyarakat, khususnya generasi penerus Kesultanan Riau Lingga dan umat Islam di Kepulauan Riau.
Wakil Ketua STAIN SAR Bintan, Al Mahfuz, menyampaikan bahwa penggunaan nama Sultan Abdurrahman Muazamsyah pada institusi pendidikan tinggi tersebut membawa dampak positif bagi kemajuan pendidikan Islam di Kepulauan Riau.

“Berkat penggunaan nama STAIN SAR, dapat mendukung kemajuan pendidikan tinggi di Provinsi Kepri, dan saat ini STAIN SAR sedang dalam proses untuk menuju Universitas Sultan Abdurrahman Muazamsyah,” ungkap Al Mahfuz.
Ia menambahkan, transformasi STAIN SAR menjadi universitas merupakan cita-cita besar yang sejalan dengan nilai perjuangan dan keilmuan Sultan Abdurrahman Muazamsyah, sekaligus sebagai upaya memperluas akses dan kualitas pendidikan tinggi di Kepri.
Usai rangkaian doa, kegiatan haul ditutup dengan makan bersama di halaman Masjid Sultan Riau Lingga, Pulau Penyengat. Menu khas nasi briyani disajikan kepada seluruh jamaah yang hadir.
Melalui peringatan haul ke-98 ini, STAIN SAR dan Lembaga Juriat Kesultanan Riau Lingga berharap nilai-nilai keteladanan, keilmuan, dan keislaman Sultan Abdurrahman Muazamsyah terus hidup dan diwariskan kepada generasi muda di Kepulauan Riau. (lis)



