
Batam, Keprisatu.com – Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga memberikan apresiasi kepada para atlet, pelatih dan manajer kontingen Batam yang berhasil mengukir prestasi pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Kepri X di Kabupaten Karimun, 2–9 Juli 2026 lalu.
Kontingen Batam diperkuat sebanyak 231 atlet yang tampil pada 10 cabang olahraga. Dari perjuangan tersebut, Batam berhasil mengoleksi 23 medali emas, 34 perak dan 37 perunggu.
Atas raihan tersebut, Pemko Batam memberikan dana pembinaan dan bonus kepada para atlet, pelatih serta manajer cabang olahraga yang berhasil mempersembahkan medali bagi kontingen Batam.
Pemberian apresiasi ini menjadi bentuk penghargaan pemerintah daerah terhadap kerja keras dan perjuangan para atlet muda Batam. Prestasi yang diraih diharapkan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan dan menorehkan prestasi pada ajang olahraga berikutnya.
Selain atlet, pelatih dan manajer, apresiasi juga diberikan kepada pemerhati olahraga Batam, Ir. Chris S. Triwinasis, M.Si. Piagam penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Wali Kota Batam, Amsakar Achmad.
Keterlibatan Chris dalam mendukung kontingen Batam telah berlangsung sejak POPDA tahun 2022. Peran tersebut kemudian berlanjut pada POPDA Kepri IX tahun 2024 ketika Batam dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan ajang olahraga pelajar tingkat provinsi tersebut.
Penghargaan yang diterima Chris kali ini menjadi penghargaan ketiga secara berturut-turut. Capaian tersebut sekaligus menjadi sebuah hattrick penghargaan bagi sosok yang selama ini aktif memberikan perhatian terhadap perkembangan olahraga di Kota Batam.
Bagi Chris, penghargaan tersebut bukan sekadar bentuk apresiasi pribadi, tetapi juga menjadi sinyal positif bahwa keberadaan pemerhati olahraga mulai mendapatkan perhatian dalam upaya membangun prestasi olahraga daerah.
Keterlibatan Chris dalam kontingen Batam selama ini lebih banyak berada pada aspek analisis. Ia memberikan masukan mengenai peta kekuatan kontingen Batam, termasuk membaca kekuatan para pesaing yang dihadapi dalam persaingan POPDA.
Analisis tersebut diharapkan dapat membantu kontingen Batam menyusun strategi yang lebih tepat dalam menghadapi setiap cabang olahraga. Terutama dalam menentukan peluang perolehan medali dan memetakan kekuatan lawan yang menjadi pesaing dalam perebutan gelar juara umum.
Dengan raihan 23 emas, 34 perak dan 37 perunggu pada POPDA Kepri X, prestasi kontingen Batam menunjukkan bahwa pembinaan atlet pelajar terus berjalan. Hasil tersebut juga menjadi modal penting untuk mempersiapkan generasi atlet Batam menghadapi berbagai kejuaraan di masa mendatang.
Apresiasi yang diberikan Pemko Batam diharapkan tidak berhenti sebagai penghargaan semata, tetapi menjadi pemicu peningkatan kualitas pembinaan olahraga secara berkelanjutan. Kolaborasi antara pemerintah, atlet, pelatih, manajer dan para pemerhati olahraga dinilai penting untuk membawa prestasi olahraga Batam semakin kompetitif di tingkat Provinsi Kepri hingga nasional. (tjl)