Hati-Hati yang Suka Roti dan Mi, Ini yang Akan Terjadi
Foto ilustrasi.

Keprisatu.com – Perang Rusia-Ukraina berdampak pada krisis pangan di sejumlah negara. Salah satunya, naiknya harga gandum karena kedua negara yang berperang merupakan penghasil gandum dunia. Bagi yang suka makan roti dan mi berbahan gandum, hati-hatilah sebab harga akan naik.

”Harga Super Mie, Indomie, tetek bengek mi-mi itu akan naik, nggak bisa dihindari,” kata Moeldoko, Kepala Staf Kepresidenan dalam Seminar Wawasan Kebangsaan: Strategi Pemerintahan Jokowi Menjaga Keseimbangan Stabilitas & Keterbukaan di Era Disrupsi Informasi, Rabu (20/7/2022).

Ia juga mengatakan perang kedua negara menyebabkan beberapa komoditas lain seperti minyak dan pupuk naik. Indonesia pun terkena dampaknya.

“Harga pupuk dunia dulu Ukraina, Belarusia US$400 per ton. Sekarang kita harus impor dari Kanada harganya US$900 per ton. Dampaknya petani kita teriak karena harga pupuk mahal,” ucapnya.

Ia mengatakan pemerintah sebenarnya telah berupaya meredam dampak itu. Tapi katanya, mengelola negara di tengah lingkungan global yang penuh tantangan seperti saat ini bukanlah hal mudah.

“Pak Jokowi betul-betul menjaga stabilitas, ini luar biasa nggak gampang tapi effort yang luar biasa akhirnya kita semua bisa menikmati suasana yang stabil ini, kehidupan kita damai,” kata dia.

Sebelumnya, Presiden Jokowi memeringatkan invasi Rusia ke Ukraina sangat mempengaruhi komoditas pangan dunia misalnya saja gandum. Apalagi Indonesia mengimpor gandum dari negara-negara tersebut sebesar 11 juta ton.

“Hati hati yang komoditas pangan dunia naik semua umpamanya Gandum. Kita juga impor gandum gede banget 11 juta ton impor gandum kita,” ujar Jokowi.

Kenaikan harga gandum, tambah Jokowi, sudah pasti akan berdampak pada harga pangan seperti roti dan mi di Indonesia. Sebab Indonesia masih bergantung pada gandum dari dua negara tersebut.

“Ini hati hati yang suka makan roti yang suka makan mi, harganya bisa naik. Karena apa? ada perang di Ukraina. Kenapa perang di Ukraina mempengaruhi harga gandum? Karena produksi gandum 34 persen berada di negara itu. Rusia, Ukraina, Belarusia semua ada di situ. Di Ukraina saja ada stok gandum,” imbuhnya. (KS04)