Keprisatu.com – Lantaran hasil rapid test-nya dinyatakan reaktif, seorang penumpang pesawat komersial jurusan Batam – Jakarta terpaksa gagal terbang. Pria berinisial AB ini sedianya telah memiliki tiket pesawat Lion Air, tujuan Bandara Cengkareng, Jakarta. Pesawat akan terbang  dari Hang Nadim Batam, pada Jumat 21 Agustus 2020, pukul 15.25 WIB.

Namun, meski sudah  berada di Bandara Hang Nadim Batam, AB ternyata belum memiliki surat bebas covid. Diapun  akhirnya menjalani rapid tes di Bandara tersebut.

BACA JUGA : TERNYATA, Kabur Karena Terinfeksi Covid-19, Bisa Dipidana. Ini Penjelasan Kadinkes Batam…  

Hasilnya, ia dinyatakan AB dinyatakan reaktif. Petugas KKP Kelas 1 Batam memintanya untuk  tetap berada di dalam ruangan karantina yang telah disediakan.

AB  warga Kampung Raya Rengas, Kelurahan Parit Benut, Kecamatan Meral, Karimun, Kepri inipun nurut saja. Petugaspun memberitahukan kepadanya, kalau dirinya tidak bisa melanjutkan perjalanannya ke Jakarta dan harus menjalani karantina di RSKI Galang Batam.  Lalu Tim Gugus pun membawanya dari Hang Nadi menuju RSKI Galang sore itu juga.

Namun, perjalanan petugas dari Tim Gugus Tugas Covid , mengalami kendala saat perjalanan baru sampai di jembatan 4 Galang Batam. “Ngakunya tidak bisa menahan lapar, dia minta berhenti untuk membeli makanan, : ungkap Didi Kusmarjadi, Kepala Dinkes Kota Batam.

Namun, saat mobil yang membawanya  berhenti di salah satu warung, pria yang juga tidak boleh trbang karena penyakit bawaannya itu, langsung kabur dan langsung masuk semak-semak dan hutan di Jembatan 4.

Kondisi cuaca malam yang makin gelap, membuat petugas yang sempat mengejar, mengurungkan niatnya dan akhirnya pengejaran dihentikan.

Didi berharap, AB menyerahkan diri, demi kebaikan dirinya, serta kesehatan orang lain yang ada di sekelilingnya. Didi menjelaskan kalaupun ada pun di tubuh AB ada virus tersebut, ditakutkan  menular ke orang yang imunnya lemah, apalagi memiliki penyakit penyerta. (ks03)