Hari pertama Operasi Yustisi oleh tim gabungan dari Satpol PP, TNI, dan Polri di Karimun, Senin (14/9/2020).

Keprisatu.com – Hari pertama Operasi Yustisi oleh TNI, Polri, dan Satpol PP Karimun menemukan 188 pelanggar protokol kesehatan, Senin Senin (14/9/2020). Para pelanggar itu ditemukan di sejumlah lokasi, seperti pasar, coastal area, warung makan, dan swalayan.

“Para pelanggar banyak yang tidak menggunakan masker saat menjalankan aktivitasnya,” kata Kapolres Karimun AKBP Muhammad Adenan.

Menurut Adenan, warga yang melanggar protokol kesehatan diberikan sanksi sesuai Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 49 Tahun 2020. Sanksi yang diberikan berupa teguran tertulis.

“Penindakan dilakukan langsung oleh Satpol PP, kami hanya bersifat mengawal saja,” katanya.

Selain memberikan sanksi, petugas gabungan juga membagikan masker kepada pelanggar protokol kesehatan. Harapannya, ke depan mereka tidak lagi mengabaikan protokol kesehatan.

“Kita bagikan juga masker kepada mereka agar tidak lagi melanggar protokol kesehatan,” katanya.

Adenan menjelaskan, kegiatan operasi yustisi ini akan terus dilaksanakan oleh tim gabungan dengan melaksanakan patroli gabungan dengan sasaran secara dinamis, baik siang maupun malam dalam upaya pencegahan Covid-19 di wilayah Karimun. Sanksi yang diberikan dilakukan secara bertahap berupa teguran di hari pertama.

“Jika masih didapati pelanggaran yang dilakukan oleh pelanggar yang sama, sanksi yang akan diberikan berupa sanksi sosial dengan kerja bakti selama 60 menit hingga denda administrasi bagi pelanggar perorangan. Sedangkan pemilik usaha akan diberikan sanksi ataupun denda penutupan sementara hingga pencabutan izin usaha jika tidak mengindahkan protokol kesehatan,” katanya. (KS 12)

Editor: zaki