Beranda Olahraga Hadapi Tantangan 2025, KONI Pusat Siapkan Agenda Besar dan Penguatan Organisasi 2026

Hadapi Tantangan 2025, KONI Pusat Siapkan Agenda Besar dan Penguatan Organisasi 2026

Ketum KONI Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman saat mempercayakan Ketum KONI Kepri Usep RS sebagai salah satu Tim Perumus di Rakernas KONI Pusat 6 September silam .

Keprisatu.com – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Letjen TNI (Purn) Marciano Norman, memimpin Rapat Pleno Pengurus KONI Pusat masa bakti 2023–2027 yang digelar pada 13 Januari 2026 di Ruang Rapat Lukman Niode. Rapat ini menjadi forum penting dalam mengevaluasi kinerja organisasi sekaligus merumuskan langkah strategis ke depan.

Dalam arahannya, Marciano menyoroti dinamika organisasi sepanjang tahun 2025 yang dinilai sangat tinggi dan penuh tantangan. Berbagai tekanan dihadapi, namun soliditas organisasi tetap terjaga.

Salah satu tantangan terbesar datang dari implementasi Permenpora Nomor 14 yang sempat menimbulkan tekanan bagi KONI. Meski demikian, Marciano menegaskan bahwa organisasi tetap mampu bersikap rasional dan menjaga kekompakan.

“Dinamika tahun 2025 sangat tinggi. Tekanan dari Permenpora Nomor 14 benar-benar memberikan tantangan besar, namun kita tetap solid dan berpikir rasional,” ujar Marciano.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Menpora RI, Erick Thohir, atas kebijakan mencabut regulasi tersebut. Menurutnya, langkah ini membuka ruang sinergi yang lebih kuat antara Kemenpora dan KONI dalam mendorong prestasi olahraga nasional.

Marciano turut menyoroti capaian prestasi atlet Indonesia di ajang SEA Games Thailand. Ia menyebut peningkatan peringkat dan perolehan medali sebagai bukti kerja keras cabang olahraga.

Pada ajang tersebut, Indonesia berhasil meraih 91 medali emas, 111 perak, dan 131 perunggu. Marciano menegaskan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh pemangku kepentingan olahraga.

“Ke depan, KONI Pusat harus berkontribusi lebih banyak dalam mendorong prestasi,” tegasnya.

Selain prestasi, KONI Pusat juga menunjukkan kemandirian dalam penyelenggaraan multievent nasional. Kolaborasi dengan berbagai pihak seperti Djarum Foundation dalam PON Bela Diri 2025 serta kerja sama dengan PT Bayan Resource Tbk dan PT Chandra Asri menjadi contoh nyata.

Memasuki tahun 2026, KONI Pusat menghadapi agenda yang padat, termasuk rencana penyelenggaraan PON Bela Diri di Sulawesi Utara dan PON Pantai di Jakarta. Selain itu, Musornaslub 2026 akan menentukan tuan rumah PON XXIII/2032.

Di sisi lain, persiapan menuju PON XXIII/2028 di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat terus dimatangkan. Marciano menyebut kemungkinan penggunaan venue di luar wilayah tuan rumah sebagai langkah efisiensi jika diperlukan.

Dalam aspek organisasi, Marciano menekankan pentingnya penyelesaian administrasi secara tuntas serta penguatan kerja sama dengan perguruan tinggi melalui program konkret. KONI Pusat juga berencana menggelar coaching clinic bagi pelatih dan wasit guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia olahraga.

Wakil Ketua Umum I KONI Pusat, Mayjen TNI (Purn) Dr. Suwarno, turut menyoroti evaluasi SEA Games dan progres persiapan PON 2028. Sementara Waketum II Mayjen TNI (Purn) Soedarmo menekankan pentingnya sinergi penganggaran dengan pemerintah, termasuk koordinasi dengan Kemendagri.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal KONI Pusat Drs. Tb. Lukman Djajadikusume menyampaikan adanya minat Kota Solo untuk menjadi tuan rumah PON Remaja. Ia juga menginformasikan rencana rotasi pengurus dan staf sebagai bagian dari penyegaran organisasi ke depan. (KS03)