Pramugari Lion Air memastikan penumpang disiplin menaati protokol kesehatan.

Keprisatu.com – Masa adaptasi new normal, Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) mengeluarkan atuan baru bagi warga yang hendak melakukan perjalanan ke luar kota di dalam negeri.

Baca juga: Penerbangan Domestik Cukup Rapid Tes, Luar Negeri Tes PCR

Pelonggaran aturan oleh Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan Covid-19 ini tertuang di Surat Edaran (SE) Nomor 9 Tahun 2020, berisi tentang Perubahan SE Nomor 7 Tahun 2020 tentang Kriteria dan Persyaratan Perjalanan Orang dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru Menuju Masyarakat Produktif dan Aman Covid-19.

Surat edaran yang ditandatangani Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) selaku Ketua Pelaksana Gugus Tugas Perepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo pada Jumat 26 Juni 2020 menyebutkan, ada perubahan waktu masa berlakunya hasil tes virus corona.

Jika dalam SE Nomor 7 Tahun 2020 menyebutkan masa berlaku hasil tes virus corona baik rapid tes maupun tes PCR selama 7 hari, masa berlakunya diperpanjang berdasarkan SE Nomor 9 Tahun 2020 menjadi 14 hari.

SE Nomor 9 di antaranya mengubah poin F mengenai kriteria dan persyaratan pada SE Nomor 7 Thaun 2020 tentang Kriteria dan Persyaratan Perjalanan Orang dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru Menuju Masyarakat Produktif dan Aman Covid-19 diubah sehingga berbunyi:

1. Setiap individu yang melaksanakan perjalanan orang wajib menerapkan dan mematuhi protokol kesehatan yaitu memakai masker, jaga jarak, dan cuci tangan sebagai kriteria perjalanan orang.

2. Persyaratan perjalanan orang dalam negeri:

a. Setiap individu yang melaksanakan perjalanan orang dengan kendaraan pribadi bertangung jawab atas kesehatan masing-masing serta tunduk dan patuh pada syarat dan ketentuan yang berlaku.

b. Setiap individu yang melakukan perjalanan orang dengan transportasi umum darat, perkeretaapian, laut, dan udara harus memenuhi persyaratan:

– Menunjukkan identitias diri (KTP atau tanda pengenal lainnya yang sah)
– Menunjukkan surat keterangan uji tes PCR dengan hasil negatif, atau surat uji rapid test dengan hasil non reaktif, yang berlaku 14 hari kerja pada saat keberangkatan.
– Menunjukkan surat keterangan bebas gejala seperti influensa (influenza-like illness) yang dikeluarkan oleh dokter rumah sakit/ puskesmas bagi daerah yang tidak memiliki fasilits test PCR dan atau Rapid Test.

c. Persyaratan perjalanan orang dalam negeri dikecualikan untuk orang komuter dan perjalanan orang dalam wilayah/kawasan aglomerasi.

Sedangkan syarat perjalanan orang kedatangan dari luar negeri, bagi individu yang datang dari luar negeri harus tunduk dan patuh pada syarat ketentuan berlaku:

– Setiap individu yang datang dari luar negeri harus melakukan tes PCR pada saat ketibaan bila belum melaksanakan dan tidak dapat menunjukkan surat hasil PCR test dari negara keberangkatan.

– Pemeriksaan PCR test perjalanan orang kedatangan luar negeri dikecualikan pada Pos Lintas Batas Negara (PLBN) yang tidak memiliki peralatan tes PCR dengan melakukan rapid tes dan menunjukkan surat keterangan bebas gejala seperti influensa serta dikejualikan untuk perjalanan orang komuter yang melalui PLBN dengan menunjukkan surat keterangan bebas gejala seperti influensa yang dikeluarkan oleh dokter rumah sakit atau otoritas kesehatan.

– Selama waktu tunggu hasil pemeriksaan tes PCR setiap orang wajib menjalani karantina di tempat akomodasi karantina khusus yang telah disediakan oleh pemerintah.

– Memanfaatkan akomodasi karantina hotel atau penginapan yang telah mendapatkan sertifikasi penyelenggaraan akomodasi arantina Covid-19 dari Kementerian Kesehatan.(joe)