Tim Futsal Kepri di Lapangan Futsal Citramas, Kabil, Batam, Rabu (9/9/2020).

Keprisatu.com – Tim Futsal Kepulauan Riau (Kepri) menjanjikan raihan medali pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Tahun 2021 mendatang di Papua. Demikian disampaikan Pelatih Tim Futsal Kepri Suhendra Jamal dihadapan pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Kepri di Lapangan Futsal Citramas, Kabil, Batam, Rabu (9/9/2020) malam.

“Kami punya target. Target kami tidak untuk jalan-jalan, target kami medali,” ujarnya.

Target yang disampaikan Black, sapaan Suhendra Jamal itu, bukan tanpa perhitungan. Pihaknya bersama Tim Manager Futsal Kepri Sandro Megio telah mengantarkan tim lolos ke PON tahun lalu. Selain itu, Kepri pernah meraih juara nasional antar klub dan juara nasional antar mahasiswa.

“Berbekal juara itulah kami memberanikan diri untuk pasang target juara,” katanya.

Sandro menambahkan, kuatnya keinginan tim meraih juara PON tidak terlepas dari semangat pemain, pelatih, dan tim sekembali dari Pra-PON dengan membawa pulang tiket lolos. “Kami langsung kumpulkan pemain dan jalani latihan secara rutin,” tambahnya.

Sandro yang juga pengurus Asosiasi Provinsi (Asprov) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Kepri ini mengaku bangga dikunjungi KONI Kepri. “Kami terima kasih telah dikunjungi latihan dan ini penambah semangat bagi tim, khususnya pemain untuk meraih target juara,” apresiasinya.

Pada kesempatan itu, Sandro sempat berkeluh kesah bagaimana perjuangan membawa tim hingga lolos PON. Namun dia tidak pernah menyalahkan pihak manapun, karena Sandro mengerti dan sangat memahami untuk capaian sebuah prestasi butuh proses dan perjuangan yang sangat panjang, dan itu ditanamkannya kepada pemain dan juga pelatih.

“Itu cerita lama. Sekarang kami dikunjungi latihan saja sudah bersyukur. Apalagi KONI (Kepri) datang membawa kabar positif bagi pemain dan tim,” ujarnya.

Wakil Sekretaris Umum KONI Kepri Amri menyampaikan pesan Ketua Umum KONI Kepri Usep RS yang berhalangan hadir, bahwasanya KONI Kepri telah mengunjungi beberapa cabang olahraga dari 15 cabang olahraga lolos PON. “Secara bergiliran dan terjadwal, KONI (Kepri) kunjungi atlet dan tim berlatih mandiri di masing-masing cabang olahraga. Terpenting pesan Pak Ketum (Usep RS) patuhi protokol kesehatan di masa Pandemi Covid-19 ini,” ujarnya.

Amri mengatakan, meskipun pelatihan digelar di masing-masing cabang olahraga secara mandiri, akan tetapi atlet dan tim yang dipersiapkan mengikuti PON 2021 mendatang tetap dipantau. Bahkan saat ini KONI Kepri berupaya mengajukan bantuan dana untuk atlet dan pelatih berlatih mandiri selama enam bulan, terhitung Juli sampai Desember mendatang. Juga, bonus atlet peraih medali Pra PON 2019, Pekan Olahraga Wilayah Sumatera X dan Lolos PON.

“Mudah-mudahan ini penambah semangat atlet dalam berlatih dan mempersiapkan diri menghadapi PON,” katanya.

Atlet diminta fokus berlatih, dan non teknis menjadi urusan tim dan pengurus. “Pemain tetap fokus berlatih dan hal-hal lain yang menjadi kendala di lapangan, urusan pengurus,” terangnya.

Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi KONI Kepri Syawaluddin menambahkan, 51 atlet dari 15 cabang olahraga lolos PON di Kepri ini punya peluang sama untuk menyumbangkan medali. “Starting awal sama, ada waktu satu tahun ke depan persiapan dilakukan maksimal. Semua atlet, semua cabang olahraga punya peluang untuk berprestasi dan mendulang medali,” katanya.

Syawal juga menanamkan motivasi kepada atlet bahwasanya semua lawan sama, dan tidak ada yang perlu ditakuti. “Jangan lihat tim itu dari Jawa atau darimana. Tapi kita harus persiapkan diri dan buktikan kalau kita juga mampu melawan mereka dan menang,” pesannya.

Sementara Iwan Krisnawan, Ketua Bidang Pendidikan dan Penataran KONI Kepri mengakui teknis mereka sudah sangat baik, tinggal mengasah mental dan psikologis atlet. “Jika teknis, mental dan psikologis pemain dipersiapkan sedemikian rupa, maka atlet akan siap bertanding dan target juara bisa dipenuhi,” katanya.

Turut serta dalam kunjungan tersebut Wakil Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi KONI Kepri Rustam Sinaga. (r)

Editor: zaki