Kupang, Keprisatu.com – Kontingen Special Olympics Indonesia (SOIna) Kepulauan Riau kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Atlet putri Kepri, Fuayyidtul Liyyina, sukses mempersembahkan medali emas pada cabang olahraga bocce nomor tunggal putri dalam ajang Pekan Special Olympics Nasional (Pesonas) II di Kupang, Nusa Tenggara Timur.
Medali emas tersebut diraih Fuayyidtul setelah tampil konsisten sepanjang pertandingan hingga berhasil menembus partai final. Pada laga puncak, atlet yang akrab disapa Aidha itu menghadapi wakil tuan rumah Nusa Tenggara Timur, Andrini Luwisa Nesimnasi, yang bertanding pada Divisi 6.
BACA JUGA : SOIna Kepri Lepas Kontingen ke Pesonas II Kupang, Lima Atlet Siap Berlaga di Lima Nomor
Aidha mampu mengatasi tekanan di partai final dan memastikan kemenangan atas lawannya. Hasil tersebut sekaligus mengantarkan atlet putri SOIna Kepri itu berdiri di podium tertinggi dan membawa pulang medali emas untuk kontingen Kepulauan Riau.
Perjalanan Aidha menuju final tidak berlangsung mudah. Sebelum bertanding di partai puncak, ia terlebih dahulu menghadapi Nanad Yustianti dari Kalimantan Tengah. Dalam pertandingan tersebut, Aidha tampil baik dan berhasil mengamankan kemenangan untuk melanjutkan perjuangannya menuju perebutan medali emas.

Nomor bocce sendiri merupakan salah satu cabang olahraga yang membutuhkan ketepatan, konsentrasi dan strategi. Pertandingan dilakukan dengan melempar bola sedekat mungkin dengan bola sasaran. Pemenang ditentukan berdasarkan bola yang memiliki jarak paling dekat dengan sasaran dibandingkan bola milik lawan.
Pada nomor tunggal putri bocce Pesonas II, tercatat sebanyak 36 atlet dari 24 provinsi ikut ambil bagian. Banyaknya peserta membuat pertandingan berlangsung kompetitif, karena setiap atlet harus mampu menjaga konsentrasi dan ketepatan lemparan dalam setiap kesempatan.
Sebelum memasuki tahapan pertandingan berikutnya, seluruh peserta pada hari pertama, Kamis (15/10), menjalani conditioning. Tahapan tersebut dilakukan untuk memetakan kemampuan peserta sekaligus menentukan pembagian ke dalam sembilan divisi yang telah disesuaikan dengan jumlah dan hasil pemetaan atlet.
Pesonas II sendiri berlangsung di Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur, pada 14–18 Oktober 2026. Ajang nasional tersebut menjadi wadah bagi para atlet Special Olympics dari berbagai daerah di Indonesia untuk menunjukkan kemampuan sekaligus membangun semangat berprestasi melalui olahraga.
Kontingen SOIna Kepri pada Pesonas II kali ini berkekuatan delapan orang. Komposisi tersebut terdiri dari lima atlet dan tiga pelatih yang membawa misi untuk memberikan penampilan terbaik sekaligus mengharumkan nama Kepulauan Riau di panggung nasional.
Keberhasilan Fuayyidtul Liyyina menjadi tambahan motivasi bagi seluruh anggota kontingen SOIna Kepri. Medali emas tersebut juga menunjukkan bahwa pembinaan atlet Special Olympics di daerah mampu melahirkan atlet yang dapat bersaing dan berprestasi di tingkat nasional.
Ketua Umum SOIna Kepri, Chris Triwinasis, menyampaikan rasa bangga atas keberhasilan Aidha meraih medali emas. Ia memberikan apresiasi atas perjuangan sang atlet yang dinilai telah membawa nama Kepulauan Riau semakin dikenal melalui prestasi olahraga Special Olympics.
Chris juga berharap keberhasilan Aidha dan atlet SOIna Kepri lainnya di Pesonas II dapat menjadi perhatian terhadap keberlanjutan pembinaan atlet dan pelatih Special Olympics di Kepulauan Riau. Menurutnya, prestasi tersebut menjadi bukti pentingnya dukungan dan pembinaan yang berkesinambungan agar atlet-atlet Kepri dapat terus berkembang dan mengukir prestasi di tingkat nasional. (teguh joko lismanto)