Keprisatu.com – Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 melalui kegiatan Night Party Nagoya Lantern Festival di kawasan Nagoya menjadi momentum penting percepatan penataan wilayah New Nagoya.
Kegiatan yang berlangsung 13–16 Februari itu tak hanya menjadi pesta budaya, tetapi juga dikaitkan dengan agenda pembangunan infrastruktur dan penguatan ekonomi perkotaan.
Festival malam tersebut memadukan nuansa tradisi dengan hiburan modern. Beragam atraksi ditampilkan, mulai dari bazaar kuliner, festival lampion warna-warni, pertunjukan barongsai dan lion dance, hingga fashion show bertema Imlek yang menyedot perhatian ribuan pengunjung.
Kegiatan ini turut dihadiri perwakilan BP Batam melalui Deputi Bidang Infrastruktur, Mouris Limanto, pada Sabtu (14/2). Kehadirannya menandai dukungan terhadap pengembangan kawasan Nagoya sebagai pusat wisata dan ekonomi kreatif di Batam.
Festival semakin meriah dengan partisipasi puluhan pelaku UMKM kuliner yang memenuhi area kegiatan. Ribuan warga dan wisatawan tampak memadati lokasi, menikmati suasana perayaan Imlek yang hangat sekaligus mendorong perputaran ekonomi lokal. Atmosfer kebersamaan dan keberagaman terasa kuat sepanjang rangkaian acara.
Mouris menyampaikan, bahwa Jalan Raya Nagoya akan direvitalisasi sebagai bagian dari implementasi Wilayah Penataan dan Pengembangan (WPP) Prioritas New Nagoya. Kawasan tersebut tidak lagi dipandang semata sebagai jalur transportasi, melainkan akan ditransformasikan menjadi ruang publik yang hidup dan berdaya saing.
“Kami ingin membangun kawasan Nagoya bukan sekadar koridor transportasi. Kawasan ini akan menjadi ruang publik yang produktif dan kompetitif secara internasional,” kata dia.
WPP New Nagoya dirancang tidak hanya untuk pembenahan fisik, tetapi juga sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Integrasi antara infrastruktur, penyelenggaraan event, dan aktivitas UMKM diyakini dapat memperkuat posisi Batam sebagai destinasi wisata sekaligus pusat perdagangan regional.
Program penataan tersebut akan berfokus pada tiga pilar utama, yakni peningkatan konektivitas dan infrastruktur dasar, revitalisasi kawasan perdagangan dan UMKM, serta penguatan pariwisata perkotaan. Rencana teknisnya mencakup pembangunan drainase terpadu, penataan jalur pedestrian yang aman dan ramah wisatawan, serta aktivasi ruang publik melalui kegiatan budaya dan ekonomi kreatif.
“Semangat Imlek adalah kebersamaan dan optimisme. Energi ini yang dibutuhkan untuk mewujudkan New Nagoya sebagai wajah baru Batam yang modern dan inklusif,” kata Mouris.
Pada kesempatan yang sama, pemilik Nagoya Citywalk, Suhendro, menyatakan kesiapan pihaknya menjadi mitra strategis dalam implementasi WPP New Nagoya.
“Nagoya Citywalk siap menjadi bagian dari ekosistem New Nagoya. Dengan infrastruktur yang tertata dan ruang publik yang aktif, kawasan ini akan semakin kompetitif,” ujarnya. (tjo)
