Keprisatu.com – Anggota Komisi I DPRD Kota Batam, Muhammad Fadhli meminta agar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam harus membuat kebijakan untuk harga eceran terendah. Hal ini karena hoampir tiga bulan terakhir para UKM Depot Air Minum Isi Ulang merasa dirugikan adanya kehadiran air galon Mindy seharga Rp5 ribu.

“Kami minta pihak Disperindag ada buat suatu regulasi harga. Agar perusahaan Mindi tidak mematikan UKM depot air minum,” kata Anggota Komisi I DPRD Kota Batam, Muhammad Fadhli, saat RDP tentang Air Minum Merk Mindy yang harga jualnya sama dengan harga depot rumahan, Senin (5/4/2021).

Kata Fadhli, harusnya pemerintah bisa membedakan mana perusahaan air minum dan mana UKM depot isi ulang air minum. Meskipun sambungnya, kedua usaha ini sama-sama menggunakan air SPAM BP Batam.

“Ini masalah hanya tentang harga saja, tolong pemerintah buat kebijakan untuk masalah harga. Kalau harga sudah disepakati dan disahkan pemerintah, maka pengusaha yang membandel bisa diberikan sanksi tegas dan bahkan sampai pencabutan izin,” ucapnya.

Menurut Fadhli, harusnya PT Wahaya Tirta bisa menjadi perusahaan air minum lokal berskala nasional. Selain itu juga, perusahaan air minum ini saingannya bukan depot isi ulang air minum rumahan, tapi bersaing dengan perusahaan air minum sejenisnya.

“Kalau harga mereka sama dengan harga depot isi ulang, ini bisa mematikan UKM kita di Batam. Ada ribuan depot air minum di Batam, kalau sempat mereka tutup maka akan menambah lagi pengangguran disini,’ ujarnya.

Kata Fadhli, pemerintah tidak mempermasalahkan siapapun yang membuka usaha. Namun sambungnya, harus ada aturan dan etika yang harus diperhatikan.

“Siapapun boleh cari untung, tapi jangan seenaknya membuat harga. Kalau terjadi aksi demo dan dilihat sama investor lainnya mereka akan risih dan mungkin juga tidak jadi investasi di Batam,” ucapnya.

Koordinator depot air minum isi ulang, Fahrul mengatakan, mereka keberatan dengan harga yang diberikan Mindy sebesar Rp5 ribu pergalon. Menurutnya, hal ini mematikan UKM depot isi ulang yang berada di daerah Tanjung Sengkuang.

“Sudah tiga bulan terakhir ini kami dirugikan. Harga mereka jual dibawah kami Rp5 ribu pergalon, selain itu juga mereka memberikan galon gratis dan juga gratis 1 kalau beli 10 galon,” ucap Fahrul yang sudah buka depot isi ulang air minum selama 10 tahun ini.

Kata dia, apabila pemerintah tidak bisa menanggulangi permasalahan ini, dikhawatirkan banyak depot isi ulang air minum yang tutup. Dampaknya sambung Fahrul, akan merusak ekonomi UKM dan akan ada pengangguran lagi.

“Kami disini bukan mau cari kaya, tapi kami mencari makan. Saya sendiri ada dua orang yang bekerja, kalau dikalikan satu Batam ada puluhan ribu depot air minum isi ulang, ada berapa ratusan pengangguran di Batam,” ujarnya.

Kata Fahrul, mereka tidak melarang perusahaan air tersebut menjual Mindy. Tapi, harusnya bisa memberikan solusi yang terbaik bagi pelaku UKM depot air minum isi ulang di Batam.

“Kami pernah menawarkan agar berikan kami harga dibawah biar kami jual airnya ke konsumen, tapi mereka tidak menggubrisnya. Kami juga secara berkala diperiksa oleh Dinas Kesehatan Kota Batam, dan domisili kami juga lengkap,” tuturnya.

Legal PT Wahana Tirta, Nur Wafiq Warodat mengungkapkan, secara teknis harga Rp5 ribu yang diberikan oleh UKM depot air minum isi ulang itu bisa dikatakan mendapatkan keuntungan 400 persen. Karena, setiap 1 kubik air bisa mengisi 50 galon air minum yang nantinya akan dijual ke masyarakat.

“Mereka rugi dari mana, produksi 1 galon itu mungkin tidak sampai Rp1000. Masa kami jual air galon yang sumber airnya di Batam mahal buat warga Batam sendiri,” ucapnya.

Kata Nur, sebelum didistribusikan ke konsumen, perusahaannya sudah melalui beberapa uji klinis. Mereka juga sambungnya, sudah ada sertifikat SNI yang dikeluarkan dari Medan dan juga ada izin edar dari BPOM.

“Kita tidak mau ambil resiko, kami semuanya tertib, izin lengkap. Selama kami beredar, tidak pernah satupun masyarakat yang komplin. Bahkan masyatakat mendukung kami, pernah ada kejadian mobil kami dihalangi, tapi masyarakat turun membantu dan membela kami,” ucapnya.(ks10)

Editor : Tedjo