Keprisatu.com – Di Kabupaten Karimun, Propinsi Kepri, limbah dari hasil pengolahan industri minyak kelapa sawit, sebenarnya bisa disulap menjadi rupiah. Limbah berupa cangkang sawit itu mempunyai nilai jual, dimana harga satu ton cangkang sawit dapat dijual dengan harga Rp 350 ribu.

Sejauh ini, cangkang sawit dari hasil pengolahan industri minyak kelapa sawit itu, dikirim ke Kabupaten Bintan dengan harga jual ratusan ribu perkilo. Kedepannya, limbah kelapa sawit itu dapat dilakukan ekspor dengan harga jual cukup tinggi dan dapat memberikan penambahan terhadap devisa negara.

Pada tahun 2020, Kabupaten Karimun telah melakukan pengiriman cangkang sawit ke Kabupaten Bintan dengan total 4.590 ton volume senilai Rp 1,6 Miliar. Sementara di tahun 2021, Karimun kembali melakukan pengiriman perdana dengan jumlah 550 ton cangkang sawit senilai Rp 192,5 juta.

“Cangkang sawit ini masih dapat diolah dan mempunyai nilai jual. Limbah ini bisa di manfaatkan lagi sebagai bahan bakar,” kata seorang Pejabat Karantina Pertanian, Okta, Rabu (24/2/2021).

Ia mengatakan, cangkang sawit hasil olahan minyak ini telah dilakukan pemeriksaan oleh Karantina Pertanian Kelas II Tanjungbalai Karimun dan dinyatakan aman.

“Kelapa sawit memiliki prospek yang menjanjikan karena tidak hanya dalam bentuk mentahnya saja yang bernilai, limbahnya pun masih dapat dimanfaatkan,” katanya.

Okta berharap, untuk kedepannya Karantina Pertanian Karimun akan mengupayakaj cangkang sawit ini dapat dilakukan ekspir ke negara lain dan menambah nilai jual, sekaligus devisa negara.

“Saat ini masih seputaran domestik, namun harapan kita kedepannya bisa diekspor,” katanya. (KS12)

Editor : Tedjo