Keprisatu.com – Badan Pusat Statistik Provinsi Kepri merilis pertumbuhan ekonomi Kepri tahun 2020. Dalam rilis per tanggal 5 Februari 2020, BPS mengungkap kondisi ekonomi Kepri yang jatuh begitu dalam. Kepri jatuh ke nomor buncit kedua di Indonesia.

BPS merilis pertumbuhan ekonomi Kepri tahun 2020 jatuh ke angka minus 3,80 persen. Angka ini menempatkan Kepri di peringkat 33 dari 34 provinsi yang ada di Indonesia.

Pertumbuhan Kepri ini juga sekaligus membuat perekonomian Kepri merupakan yang terjelek di Pulau Sumatera. Tetangga Kepri, yaitu Riau, pertumbuhan ekonominya masih berada di peringkat ke-18 di Indonesia. Begitu juga Jambi yang berada di peringkat ke-8 dan Bengkulu yang berhasil menempati peringkat ke-4 se-Indonesia.

Kepri hanya bisa mengalahkan Bali yang memang ekonominya terpuruk karena selama ini mengandalkan pariwisata. Bali berada di peringkat buncit dengan pertumbuhan minus 9,31 persen.

Padahal sebelumnya pertumbuhan Kepri pada tahun 2019 masih masih mampu tumbuh sebesar 4,84 persen.

BACA JUGA: Ekonomi Indonesia Jatuh Terperosok

Tak hanya itu. Pertumbuhan ekonomi Kepri triwulan IV-2020 (y-on-y) juga mengalami kontraksi atau minus sebesar 4,46 persen.
Dari sisi produksi, kontraksi ekonomi terutama penyebabnya oleh kategori konstruksi dengan andil kontraksi sebesar 1,80 persen. Dari sisi Pengeluaran, komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto memberikan andil kontraksi terbesar, yaitu 4,07 persen.

Namun ekonomi Kepulauan Riau triwulan IV-2020 dibandingkan dengan triwulan sebelumnya (q-to-q) tumbuh sebesar 4,53 persen.

Dari sisi produksi, kategori yang memberikan andil pertumbuhan terbesar adalah kategori Kontruksi dengan andil 1,35 persen dan kategori Industri Pengolahan sebesar 1,31 persen.

Dari sisi pengeluaran, yang mempunyai andil terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi Kepri adalah Konsumsi Pemerintah sebesar 1,08 persen.

Dalam lingkup regional, PDRB Kepulauan Riau triwulan IV-2020 memberikan kontribusi sebesar 7,67 persen terhadap PDRB Pulau Sumatera. (ks04)

editor: arham