Keprisatu.com – Ekonomi Indonesia jatuh terperosok. Jika dibandingkan dengan tahun 2019, pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2020 jatuh ke angka minus 2,07 persen.  Kondisi ini terjelek sejak krisis moneter tahun 1998.

Badan Pusat Statistik (BPS) yang merilis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Jumat (5/2/2021) mencatat pertumbuhan 2020 yang jatuh ke minus 2,07 persen.

Angka ini jauh lebih jatuh jika membandingkannya dengan periode yang sama tahun 2019. Inilah pertumbuhan terjelek sejak krisis 1998, di mana waktu itu jatuh ke minus 13,13 persen.

Namun minus 2,07 persen pada 2020, masih lebih baik  dari proyeksi berbagai lembaga internasional. Di mana Bank Dunia dan ADB sempat memerediksikan pertumbuhan Indonesia akan jatuh ke angka  minus 2,2 persen.

LIHAT JUGA: Ekonomi Indonesia 2020 Turun sebesar 2,07 Persen (c-to-c)

BACA JUGA: Ekonomi Indonesia Disebut Baru Pulih 5 Tahun Lagi

Kepala BPS Suhariyanto tetap optimis. Sebab  pertumbuhan minus 2,07 persen masih jauh lebih baik dari beberapa negara di Asia dan negara maju seperti Amerika Serikat yang jatuh ke angka minus 3,5 persen.

Suhariyanto menyatakan Indonesia tidak sendiri. Sebab pandemi betul-betul telah menyebabkan kejatuhan ekonomi di berbagai negara.

Dari sisi produksi, Suhariyanto menyebutkan pertumbuhan terdalam terjadi pada Lapangan Usaha Transportasi dan Pergudangan sebesar 15,04 persen.

Dari sisi pengeluaran hampir semua komponen jatuh,  Komponen Ekspor Barang dan Jasa menjadi komponen dengan kejatuhan terdalam sebesar minus 7,70 persen. Sementara itu, Impor Barang dan Jasa yang merupakan faktor pengurang yang jatuh sebesar 14,71 persen. (ks04)

Editor: arham