
Keprisatu.com – Kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Tos 3000 Jodoh pada Minggu (12/7) dinihari, merusak lima lapak pedagang dan empat kendaraan roda dua.
Pemicu kecelakaan tersebut, dikarenakan mobil mewah jenis Land Cruisher warna hitam dengan nomor polisi BP 37 KRV yang dikendarai oleh Jonni hilang kendali, diduga pengendara mobil tersebut dalam kondisi mabuk.
Kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 01.00 WIB tersebut mengagetkan warga sekitar dan sejumlah pedagang yang sedang bersiap-siap hendak tutup. Mobil warna hitam tersebut melaju dari arah persimpangan Hotel Four Points menuju Pasar Tos 3000 dengan kecepatan tinggi.
Melihat itu, warga dan pedagang sempat mengejar mobil tersebut lalu mobil tersebut juga menabrak sejumlah lapak dan kendaraan dokasi kejadian.
Karena panik, pengemudi tersebut tetap melaju dan akhirnya berhenti karena terhalang kendaraan. “Setelah menabrak lapak dan motor orang bukannya berhenti, malah mau kabur makanya warga kesal,” kata Armen, salah seorang saksi dilokasi kejadian.
Karena ramai warga dan pedagang mengejar, akhirnya mobil berhenti dan warga juga merasa kesal karena pengemudinya tidak turun dari kendaraan. Lalu warga yang kesal, akhirnya melempari kaca mobil tersebut hingga pecah dan akhirnya Jonni berhasil diamankan pihak keamanan dan anggota Polsek Lubuk Baja.
Dari kondisinya, Jonni terlihat mabuk dan pengakuannya ia baru pulang dari Pacific menikmati hiburan malam. Saat ditanyai mengapa ia melintas di lokasi tersebut dengan ugal-ugalan karena ia hendak pulang ke rumahnya yang berada di Komplek Lucky Estate.
Setelah pihak kepolisian datang ke lokasi kejadian, mobil dan kendaraan yang rusak dibawa ke Unit Lakalantas Polresta Barelang, sejumlah korban juga telah dimintai keterangan.
Berdasarkan informasi beberapa sumber saat dilakukan cek urine Jonni positif menggunakan narkoba. Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus mendalami kasus kecelakaan.
Kasat Lantas Polresta Barelang Kompol Afiditya Arief Wibowo saat dikonfirmasi terkait kejadian ini belum memberikan jawaban, karena anggotanya masih memeriksa sejumlah saksi di Unit Lakalantas. (pur)