Keprisatu.com – Proses penyelidikan atas dugaan tindak pidana korupsi di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Karimun terus bergulir. Saat ini Penyidik Kejaksaan Negeri Karimun masih menunggu hasil audit kerugian negara dari Inspektorat Pemerintah Kabupaten Karimun.

Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Karimun Andriansyah mengatakan, pihaknya belum menetapkan tersangka atas kasus tindak pidana korupsi di tubuh BUMD Karimun itu. “Kita masih menunggu hasil pemeriksaan dari Inspektorat terhadap berapa kerugian yang ditimbulkan,” katanya, Rabu (26/8/2020).

Ia menjelaskan, nantinya jika telah diketahui berapa kerugian negara yang ditimbulkan atas dugaan kasus koropsi itu, pihaknya segera melakukan penetapan tersangka. Dalam penanganan kasus ini di Kejari Karimun, penyidik masih terus memeriksa saksi-saksi.

“Arah tersangka belum. Tinggal nanti kalau sudah keluar baru kita rapat lagi. Baru kita tentukan tersangkanya,” katanya.

Kasus dugaan korupsi ini terkuak setelah Kepala Kejari Karimun, Rahmat Azhar mengeksposnya di Hari Bhakti Adhyaksa ke-60 beberapa waktu lalu. Dugaan sementara, tindakan korupsi di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Karimun tersebut adalah adanya pihak-pihak yang menggunakan restribusi untuk keperluan pribadi.

“Ada dugaan uang retribusi diambil dari kas yang digunakan untuk pribadi,” kata Azhar.

Saat itu, Kasi Pidus Kejari Karimun Andriansyah juga mengatakan bahwa pihaknya masih menunggu penghitungan kerugian negara. Sementara hitungan awal dari penyidik Kejaksaan mencapai ratusan juta rupiah.

“Kita masih mencari siapa yang menggunakan dan berapa yang digunakan. Sekitar ratusan juta rupiah, tapi kita masih menunggu pemeriksaan,” kata Andri. (KS 12)

Editor: zaki