Barang bukti murai batu yang diduga selundupan

Keprisatu.com – Dua orang pelaku penyelundupan burung muraibatu, ditangkap Kapal Patroli (KP) Taka – 3010 pada Minggu (6/9/20). Keduanya yakni S Aris Fahkrurohman dan Fauzan Azima. Keduanya, kedapatan membawa 90 ekor burung murai batu yang dimasukkan dalam 7 kotak.

Kasubditgakkum Ditpolairud Polda Kepri, AKBP Wiwit Arie Wibisono mengatakan, kronologis penangkapan pada Minggu (6/9/20) KP Taka – 3010 yang dipimpin oleh Ipda Ayub Peter Bernadus Sinaga melakukan patroli di Perairan Batam.

“Pada saat itu mendapat informasi dari masyarakat bahwa akan ada masuk penyeludupan burung dari Malyasia,” ujar Kasubditgakkum Ditpolairud Polda Kepri, AKBP Wiwit Arie Wibisono Selasa (8/9/20).

Kemudian Ipda Ayub, membagi anggotanya menjadi 2 Tim, yaitu Tim Laut dan Tim Darat.  Dimana Tim yang berada di laut melakukan patroli atau penyisiran di Perairan Nongsa, Batu Ampar dan Sekupang.

Namun Tim Laut tidak menemukan boat yang diperkirakan membawa burung yang dimaksud, sedangkan Tim Darat melakuakan pengecekan di Pelabuhan Tanjung Riau Sekupang dan mencurigai sebuah mobil Toyota Calya putih BP 1752 MD yang diduga membawa burung jenis murai batu hasil penyelundupan dari Malaysia.

Setelah dilakukan pengecekan di dalam mobil tersebut, “Disitu berhasil diamankan 7 kotak yang berisikan burung murai batu yang berjumlah 90 ekor dan Tim berhasil mengamankan tersangka yang selanjutnya perkara diserahkan ke Subditgakkum Ditpolairud Polda Kepri guna penyidikan lebih lanjut,” ujar AKBP Wiwit Arie Wibisono.

Wiwit mengatakan, barang bukti yang diamankan yakni 7 keranjang kotak berisi burung jenis murai batu, dengan jumlah 90 ekor.

Burung muraibatu sebagai barang bukti tersebut telah diititipkan sebagai berupa burung murai batu dari Ditpolairud Polda Kepri ke KSDA Batam Dan dipindahkan ke penangkaran di CV. Wira Petshop dengan alamat ruko YP blok B nomor 6 Sagulung Batuaji.

“Rinciannya yakni mati 8 ekor, hidup 82 ekor, 1 unit mobil dengan plat nomor BP 1752 MD merk Toyota Calya warna putih,” ujarnya.

Para tersangka ini dikenakan pasal 86 UU No 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Jo Pasal 55 ayat 1 ke – 1 KUHPidana. Wiwit mengatakan kasus ini telah dilakukan gelar perkara, dimana unsurnya telah terpenuhi berdasarkan hasil dari gelar perkara tersebut.

“Hasil gelar perkara yang digelar telah memenuhi unsur dari Pasal 86 UU RI No. 21 Thn 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Jo Psl 55 ayat 1 ke – 1 KUHPidana,” tutupnya. (ks14)

editor : tedjo