Rahmadi, kemeja putih bergaris

Keprisatu.com – Menuju ke Pilkada Bintan 9 Desember mendatang, suhu politik di Bintan kian memanas. Bahkan dari beberapa pemberitaan di media online dan telivisi, salah satu paslon  diduga melakukan  korupsi. Tak hanya itu, kedua tim sama – sama saling menyerang di media.

Ketua Laskar Merah Putih Kabupaten Bintan ( LMP ), DPC , Kondisi ini sangat disayangkan . Sebab seharusnya Politik mendidik masyarakat, tapi politik disini malah justru memperlihatkan kesalahan baik paslon bupati nomor urut 1 maupun nomor urut 2. “Saling menunjuk kesalahan Paslon 1 dan 2. Rakyat jadi bingung. Mereka rentan ragu  untuk memilih yang mana, ” ungkap Rahmadi Sikumbang Ketua LMP DPC Kabupaten Bintan, Jum’at 27/11/2020..

Rahmadi menunjukkan fenomena dimana paslon nomor urut 1 Apri Sujadi dilaporkan ke KPK. Begitu juga  dengan paslon nomor urut 2 Alias Wello, juga dilaporkan atas  dugaan Kasus Korupsi Alias Wello 9 bulan yang lalu. “Masyarakat jadi bingung, sehingga hal ini membuat potensi masyarakat memilih  untuk Golput,” ujar Rahmadi.

Hal ini diperparah dengan  dilaporkannya salah satu paslon  terkait dugaan money politik. Malah laporannya sudah sampai di   Bawaslu Kabupaten Bintan. “Saat ini laporannya sudah diproses untuk ditindak lanjuti oleh Bawaslu Kabupaten Bintan,” imbuh Rahmadi.

Terpisah, Ketua Bawaslu Kabupaten Bintan ,Febriadinata menbenarkan adanya laporan terkait dugaan money politik oleh salah satu paslon.

“Saat ini dalam proses pendalaman , apakah benar yang disangkakan benar – benar melakukan tindak pidana money politik,” ungkap Febri. (ks05).

Editor : Tedjo