Keprisatu.com – Barang Bukti rampasan negara berupa bijih nikel dari kapal MV PAN Begonia penindakan Kanwil DJBC Khusus Kepri belum juga laku.

Meski telah dilakukan dua kali pelelangan oleh Kejaksaan Negeri Karimun, hingga saat ini puluhan ribu bijih nikel itu belum juga ada pembelinya.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Karimun Andriansyah mengatakan, sejauh ini pihaknya telah melakukan dua kali pelelangan terhadap barang bukti berupa bijih nikel itu. Dari pelelangan yang dilakukan cukup banyak pihak yang meminta sampel sebagai pembanding.

“Sudah dua kali lelang. Yang melihat banyak sama minta sampel. Tapi masih belum laku,” kata Andriansyah, Jumat (28/8/2020).

Andriansyah mengatakan, kualitas puluhan bijih nikel itu kurang bagus. Hal itu menurutnya menjadi pemicu belum adanya pembeli yang mengambil barang tersebut.

“Kualitas barangnya bukan yang bagus. Makanya kerugian negaranya gak besar,” katanya.

Andri menjelaskan, berdasarkan peraturan Kementerian Perdagangan, nikel tersebut tidak bisa diekspor lagi. Sementara untuk dijual dalam negeri, kadar bijih minimumnya sekitar 1,8 persen.

“Peraturan Permendag nikel itu tidak boleh diekspor lagi,” katanya.

Walaupun masih belum laku, Andri memastikan puluhan ribu bijih nikel itu tetap akan dilelang lagi dengan kembali mengulang perhitungan taksiran harganya, dimana sebelumnya harga lelang sekitar Rp 7 miliar.

“Rencananya dilelang lagi dengan taksiran harga ulang,” kata Andri.

Pelelangan yang dilakukan Kejaksaan Negeri Karimun untuk menghindari terjadinya pencurian barang bukti.

Andri mengaku khawatir, biji nikel MV Pan Begonia seperti barang bukti minyak yang pernah hilang dari atas kapal tanker Tabonanen dulu.

“Kapal sebesar dan muatan sebanyak itu siapa yang jaga. Kita takut juga, makanya kita lelang,” jelas Andri.

Diberitakan sebelumnya, Kantor Wilayah Direktorat Jendral Bea dan Cukai (DJBC) Khusus Kepri menggelar Konferensi Pers serah terima hasil penyidikan dan barang bukti tindak pidana ekspor MV. Pan Begonia dari Bea Cukai Kepri ke Kejaksaan Tinggi, Kamis (18/6/2020).

Pelimpahan kasus tersebut dilakukan diatas kapal MV. Pan Begonia yang berada di Perairan Tambelas, Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau.

MV Begonia ditangkap kapal Satgas Patla BC Kepri di Perairan Timur Pulau Mapur, Batam pada 11 Febuari 2020. Kapal tersebut diduga membawa muatan 45.090 bijih nikel (Nikel Ore) tanpa dilengkapi dokumen kepabeanan maupun SPB (Port Cleareance).

Kapal tersebut diketahui berasal dari Pomaala Sulawesi Tenggara dengan tujuan Negara Singapura. (KS 12)

Editor: zaki