DPRD Karimun menyetujui usulan ranperda pemekaran dua kecamatan di Karimun dalam rapat paripurna, Selasa (15/9/2020).

Keprisatu.com – DPRD Kabupaten Karimun menyetujui usulan rancangan peraturan daerah (Ranperda) pemekaran dua kecamatan, Sugie Besar dan Selat Gelam. Persetujuan dua kecamatan pemekaran dari Kecamatan Moro dan Selat Gelam itu dilakukan dalam paripurna pengesahan ranperda DPRD Karimun, Selasa (15/9/2020).

Wakil Ketua Pansus DPRD Karimun tentang Pembentukan Kecamatan Sugie Besar dan Selat Gelam, Efrizal melaporkan, pembentukan dua kecamatan baru tersebut sudah lama diidam-idamkan masyarakat setempat guna mempermudah dan mempercepat pelayanan serta pembangunan. Usulan tersebut rencananya akan direalisasikan pada 2021 mendatang.

Dalam rancangan pemekaran tersebut, Kecamatan Selat Gelam terdiri dari 3 desa, yakni Desa Parit, Desa Tulang, dan Selat Mendaun. Sementara Kecamatan Sugie Besar terdiri dari Desa Sugie, Rawajaya, Keban, Nur Permai, Selat Mie, Buloh Patah, dan Desa Tanjung Pelanduk.

“Selat Gelam ada sekitar 24 pulau dan Sugie Besar 55 pulau. Untuk pusat pemerintahan, Kecamatan Selat Gelam di Desa Parit, sementara Kecamatan Sugie Besar di Desa Rawa Jaya,” katanya.

Efrizal menyebut Perda tentang pembentukan Kecamatan Selat Gelam dan Sugie Besar itu akan dibahas lebih lanjut dalam rapat evaluasi oleh Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Perdesaan bersama Pemerintah Provinsi Kepri. Pansus juga merekomendasikan paling lambat dua tahun roda pemerintahan di dua kecamatan baru itu sudah berjalan penuh.

Bupati Karimun Aunur Rafiq mengatakan, rencana pemekaran kecamatan tersebut telah dilakukan sejak kepemimpinannya sebagai orang nomor satu di Karimun.

“Proses ini bukan proses yang singkat, kita sudah lakukan sejak satu periode. Dan Alhamdulillah, di akhir tahun ini, ranperda telah disahkan melalui sidang paripurna,” katanya.

Menurut Rafiq, untuk pembangunan dua kecamatan pemekaran tersebut dipersiapkan selama dua tahun sampai kedua kecamatan ini bisa berlaku efektif. Ia berharap persiapan itu sudah bisa dilakukan pada 2021.

Untuk tahap awal, akan dilakukan pembangunan perkantoran dan sarana prasarana serta mempersiapkan sumber daya manusia profesional. Sementara lahan guna pembangunan perkantoran di dua kecamatan ini telah tersedia.

“Sudah ada, di Tanjung Gelam sudah. Bahkan di Sugi Besar ada masyarakat yang menghibahkan tanahnya,” kata Rafiq.

Kabupaten Karimun awalnya terdiri dari beberapa Kecamatan, lalu bertambah tujuh, kemudian sembilan, dan terakhir 12 Kecamatan. Dengan pemekaran 2 kecamatan lagi, maka nantinya akan menjadi 14 kecamatan. (KS 12)

Editor: zaki